Berawal Dari Pesta Miras, Remaja Tegaldlimo Ditemukan Tewas Di Kebun Buah Naga

- Jurnalis

Kamis, 2 Januari 2025 - 14:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banyuwangi, Jatim.co Sosok jasad ditemukan tergeletak tak bernyawa dengan beberapa luka lebam di sebuah kebun naga berusia 15 tahun, NH, ditemukan tewas di kebun buah naga di Desa Kedunggebang, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi, Senin (30/12/2024).

Kondisi saat ditemukan cukup mengenaskan, selain dalam keadaan setengah telanjang, hanya bercelana pendek dan sarung didekat tubuhnya. Sekitar wajah hampir tidak bisa dikenali karena luka lebam, diperkirakan luka akibat pukulan.

Kapolsek Tegaldlimo Iptu Sadimun, menyampaikan warga yang menemukan langsung berkoordinasi dengan perangkat desa Tegaldlimo dan menyampaikan ke petugas Polsek Tegaldlimo.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Untuk saat ini jasad yang ditemukan warga sudah dilakukan evakuasi bersama anggota Polsek Tegaldlimo, yang sebelumnya tergeletak di area kebun buah naga milik warga,” ucap Kapolsek Tegaldlimo, Iptu Sadiman, Senin (30/12/2024).

Polisi Berhasil Identifikasi Dan Amankan Pelaku

Kurang dari 4 jam, akhirnya pihak Kepolisan Sektor (Polsek) Tegaldlimo, Kecamatan Tegaldlimo berhasil identifikasi korban yang masih berusia 15 tahun bernama NH, warga Tegaldlimo.

Selain itu aparat kepolisian juga berhasil mengamankan 6 terduga pelaku yang sebelumnya berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) oleh Polsek Tegaldlimo.

“Semua terduga pelaku sudah kami amankan dan saat ini masih dalam proses penyidikan. Korban NH diduga meninggal karena dikeroyok oleh empat orang temannya,” jelas Iptu Sadimun.

Pelaku antara lain MAG (20) warga Desa Purwoagung, Kecamatan Tegaldlimo; RSM (16) warga Desa/Kecamatan Tegaldlimo; DH (15) warga Desa Kedunggebang, Kecamatan Tegaldlimo; DA (15) warga Desa Wringinpitu, Kecamatan Tegaldlimo; IB (15) warga Desa Kedunggebang, Kecamatan Tegaldlimo dan AL (15) warga Desa Kedunggebang, Kecamatan Tegaldlimo.

Kapolsek menambahkan semua pelaku saat ini diamankan dan masih terus didalami oleh penyidik Unit Reskrim Polsek Tegaldlimo, untuk memastikan semua pelaku bertanggung atas perbuatannya.

Sementara itu keberhasilan polisi mengidentifikasi korban penganiayaan dan mengamankan pelaku pengeroyokan mendapat apresiasi dari Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Rama Samtama Putra yang ikut mendampingi tim Inafis Polresta Banyuwangi di lokasi kejadian.

Kronologis Kejadian

Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Rama Samtama Putra menjelaskan kejadian berawal pada Sabtu malam (29/12/2024), saat sekelompok remaja berkumpul di rumah salah satu pelaku berinisial DH.

“Korban NH berkumpul dengan teman-temannya, DH (15), MAK (20), RSM (16), dan DAP (15) di rumah DH pada Sabtu malam. Mereka sedang bakar ikan sambil minum miras yang dioplos dengan pil koplo,” ungkap Kapolresta Rama.

Sekitar pukul 21.00 WIB, Korban, NH yang hadir bersama temannya dan terlibat cekcok dengan salah satu pelaku. Kemudian NH mengantar salah satu temannya pulang dan kembali ke lokasi awal untuk melanjutkan kegiatan.

Situasi tambah memanas, cekcok tersebut berujung pada pengeroyokan yang dilakukan secara bersama-sama oleh para tersangka. Korban diseret ke beberapa lokasi, termasuk kamar mandi dan gudang, serta terus mendapat pukulan hingga tak sadarkan diri.

Bahkan salah satu pelaku mengepruk kepala NH dengan asbak. Saat para tersangka menyadari bahwa korban sudah tidak berdaya, salah satu tersangka mengusulkan untuk membawa korban ke rumah sakit, namun hal itu tidak dilaksanakan bahkan mereka berencana untuk membuangnya.

“Korban dianggap tidak sopan, sehingga mereka memukulnya secara membabi buta. Awal mula kejadian kekerasan berujung tewasnya satu korban ini yakni kesalahpahaman,” kata Kapolresta, Selasa (31/12/2024).

Tragisnya, karena panik melihat korban sudah tidak bernyawa lagi, para pelaku membawa jasad korban dibuang di area persawahan kebun buah naga menggunakan sepeda motor milik pelaku. (riz)

Penulis : Rizkie

Editor : Andri Aan

Berita Terkait

Semarak Hari Kartini di SDN 94 Gresik, Ratusan Siswa Tampil dengan Busana Adat hingga Fashion Show Meriah
Inilah Cerpen Azza Alzena yang Mengukir Prestasi Nasional
Tak Sekadar Menginap, Puluhan siswa SD Muri Diiajak Mengenali Arah dan Jadi Nakhoda Kehidupan Sejak Dini
Kepala SDM 1 Menganti Sampaikan Pidato Perdana
Halal Bihalal Foskam MTs/SMP Muhammadiyah, Sate dan Gule Kambing Jadi Menu Pemersatu Kepala Sekolah
Pabrik Melamin US$600 Juta di KEK JIIPE Gresik Mulai Dibangun
Sinergi Smamio dan Kemendikdasmen: Kupas Tuntas Sukses TKA 2027
Sampah Plastik Nol – Mbayar Kopi Nol

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 04:06 WIB

Semarak Hari Kartini di SDN 94 Gresik, Ratusan Siswa Tampil dengan Busana Adat hingga Fashion Show Meriah

Selasa, 21 April 2026 - 10:03 WIB

Inilah Cerpen Azza Alzena yang Mengukir Prestasi Nasional

Senin, 20 April 2026 - 16:02 WIB

Tak Sekadar Menginap, Puluhan siswa SD Muri Diiajak Mengenali Arah dan Jadi Nakhoda Kehidupan Sejak Dini

Minggu, 19 April 2026 - 22:00 WIB

Kepala SDM 1 Menganti Sampaikan Pidato Perdana

Minggu, 19 April 2026 - 03:58 WIB

Halal Bihalal Foskam MTs/SMP Muhammadiyah, Sate dan Gule Kambing Jadi Menu Pemersatu Kepala Sekolah

Berita Terbaru

Gresik

Inilah Cerpen Azza Alzena yang Mengukir Prestasi Nasional

Selasa, 21 Apr 2026 - 10:03 WIB

Gresik

Kepala SDM 1 Menganti Sampaikan Pidato Perdana

Minggu, 19 Apr 2026 - 22:00 WIB