Banyuwangi, Jatim.co – Kolaborasi menuju sekolah model nasional untuk pengembangan anak usia yang inklusif, SLB Negeri Tamanagung, Kecamatan Cluring, Banyuwangi, bersama Perkins School For The Blind melaksanakan lokakarya dan Forum Diskusi Grup (FDG), Sabtu (6/6/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan di Ruang Pertemuan SLBN Tamanagung selama dua hari, 3-4 Juni 2026 melibatkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Dirjen Vokasi PKPLK, Kementerian Kesehatan, Kementerian Sosial, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Bappeda, Komisi Nasional Disabilitas, Kasi PAUD, dan Kasi Inklusi.
Pada lokakarya dan FDG kali ini juga dilakukan observasi pembelajaran di kelas TK sebagai bagian dari penguatan praktik layanan pendidikan yang berfokus pada anak. Peserta diajak untuk mengeksplorasi pendekatan dan memastikan bahwa setiap anak memperoleh kesempatan yang setara untuk belajar, berkomunikasi, tumbuh, dan berpartisipasi dalam lingkungan yang mendukung.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ami Tango Limketkai, Direktur Program Pendidikan Asia Pasifik Perkins School for the Blind merupakan lembaga pendidikan dan organisasi internasional yang berpusat di Boston, Amerika Serikat yang bekerja untuk memastikan anak dengan disabilitas, memiliki akses terhadap layanan pendidikan.
“Kolaborasi dan kerjasama ini sangat baik sekali mengingat pentingnya investasi pada tahun-tahun awal kehidupan anak sebagai fondasi bagi perkembangan, pembelajaran, kesehatan, dan kesejahteraan jangka panjang, termasuk pula pada mereka yang memiliki disabilitas penglihatan dan disabilitas ganda,” ujarnya.
Sejalan dengan upaya penguatan akses dan kualitas layanan Pengembangan Anak Usia Dini yang inklusif, khususnya bagi anak-anak penyandang disabilitas, dan untuk mengatasi kesenjangan dalam layanan deteksi dini, sistem rujukan, dan koordinasi lintas sektoral.
Sementara itu Kepala SLBN Tamanagung, Pipit Suparlin menjelaskan, melalui kolaborasi lintas sektor, diharapkan lahir berbagai inovasi dan rekomendasi yang mendukung terwujudnya SLB Negeri Tamanagung sebagai sekolah model tingkat nasional yang inklusif, berkualitas, dan berdampak bagi masa depan anak Indonesia.
“Kami berterima kasih atas kerjasama dan kolaborasi ini, sebagai bagian dari mitra Perkins, maka kesempatan yang baik ini akan menjadi wujud sekolah untuk meningkatkan SDM dan model sekolah inovasi bagi pengembangan layanan pendidikan disabilitas,” ucapnya.
SLBN Tamanagung dan Perkins International School berharap agar hasil kolaborasi ini dapat membentuk komite kerja strategis ditingkat sekolah, kemudian berlanjut dengan pengembangan forum diskusi memecahkan masalah serta identifikasi perumusan tindak lanjut konkret. (riz)






