Banyuwangi, Jatim.co – Unit lalu lintas Polsek Genteng bersama dengan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Banyuwangi dan Jasa Raharja melakukan operasi gabungan, yang berfokus pada penindakan lalu lintas dan edukasi humanis administrasi kendaraan di wilayah Genteng, Kamis (9/7/2026).
Operasi ini dipusatkan di depan Kantor Desa Genteng Wetan, Jalan Hasyim Ashari pada Rabu (8/7/2026) ini melibatkan sinergi bersama antara kepolisian, instansi Pendapatan Daerah, serta Jasa Raharja.
Petugas tidak hanya memeriksa kelengkapan lalu lintas seperti penggunaan helm, spion motor, serta surat kendaraan seperti STNK dan SIM, namun juga memberikan edukasi untuk status kepatuhan pajak kendaraan bermotor.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bagi pengendara yang memiliki administrasi lengkap, disiplin berlalu lintas, dan taat membayar pajak kendaraan resmi mendapatkan apresiasi berupa hadiah langsung. Tampak salah seorang perempuan pengendara mendapat sarung tangan dan jas hujan.
Namun untuk pelanggar aturan tidak langsung ditindak keras, melainkan diberikan teguran dan edukasi secara persuasif untuk meningkatkan kesadaran keselamatan di jalan. Mereka juga diberi pemahaman pentingnya adminitrasi bagi kendaraan bermotor.
Seperti yang disampaikan oleh Kanit Lantas Polsek Genteng Ipda Suwandono, kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada penindakan, tetapi mengedepankan edukasi bahwa kendaraan bermotor tidak cukup dipakai dan dirawat namun juga perlu tertib administrasi dan bayar pajak.
“Petugas memberikan imbauan dan teguran kepada pengemudi yang berpotensi memicu kecelakaan. Sebaliknya, kami memberikan reward dan apresiasi kepada pengemudi yang tertib administrasi maupun kelengkapan kendaraan,” ucap Suwandono.
Dari hasil pemantauan dilapangan, masih banyak ditemukan sejumlah pengendara yang belum sepenuhnya mematuhi aturan lalu lintas dan administrasi, sehingga petugas memilih pendekatan persuasif agar pesan keselamatan lebih mudah diterima.
Pendekatan humanis ini tidak hanya diberikan kepada mereka pengguna jalan, namun menyasar kalangan pelajar yang dianggap kelompok penting dalam membangun budaya tertib berlalu lintas sejak dini.
“Kami berharap agar pengguna jalan bisa lebih peduli terhadap keselamatan diri sendiri maupun orang lain serta memahami apa yang kami sampaikan tentang tertib administrasi kendaraan,” kata Suwandono.

Sebagai bentuk apresiasi nyata petugas atas kepedulian pengendara untuk selalu tertib, petugas tidak segan membagikan helm, jas hujan, hingga sarung tangan secara gratis kepada pengendara yang dinilai bisa menerapkan aturan yang berlaku.
Hadiah yang diberikan petugas ini diharapkan menjadi stimulus agar masyarakat terus menjaga kepatuhan terhadap aturan lalu lintas dan membayar pajak kendaraan tepat waktu, serta edukasi yang disampaikan dapat menularkan kebiasaan baik tersebut kepada orang-orang terdekatnya. (riz)






