Dikira Warga Gempa, Jalan Nasional Kalipuro Melintas Iringan Truk Pengangkut Trafo 200 Ton

- Jurnalis

Selasa, 7 Juli 2026 - 14:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TRAFO RAKSASA LEWAT - Polisi dan pertugas mengawal iringan truk pengangkut trafo raksasa berukuran lebih dari 200 ton lewat jalur jalan nasional Banyuwangi-Kalipuro (Foto : Jatim.co)

TRAFO RAKSASA LEWAT - Polisi dan pertugas mengawal iringan truk pengangkut trafo raksasa berukuran lebih dari 200 ton lewat jalur jalan nasional Banyuwangi-Kalipuro (Foto : Jatim.co)

Banyuwangi, Jatim.co Warga yang berada di jalur jalan nasional Kalipuro-Banyuwangi malam itu dikagetkan suara gemuruh dan getaran kuat. Hal ini diakibatkan adanya iringan kendaraan truk pengangkut trafo raksasa berbobot lebih dari 200 ton, Selasa (7/7/2026).

Rombongan truk pengangkut trafo raksasa dengan berat lebih dari 200 ton yang melintas di Kelurahan Kalipuro, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, pada Minggu dini hari (6/7), membuat warga mengira terjadinya gempa bumi.

Suasana terkejut terjadi ketika alat berat itu melaju di ruas jalan sempit menuju Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) di Lingkungan Secang.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Trafo berukuran jumbo tersebut mulai melintasi jalur tersebut sekitar pukul 00.30 WIB, dengan pengawalan ketat dari petugas karena dimensi dan bobotnya yang ekstrem.

Kendaraan pengangkut hanya bisa bergerak dengan perlahan demi menjamin keamanan pergerakan di jalur sempit, proses distribusi dilakukan pada tengah malam untuk meminimalkan gangguan lalu lintas.

Meskipun dilakukan pada tengah malam, iring-iringan ini tetap menyita perhatian warga di sepanjang jalur yang dilalui. Banyak warga bahkan keluar rumah untuk menyaksikan langsung proses pengangkutan peralatan kelistrikan berukuran ekstra besar itu.

Agus Edo, warga Lingkungan Brak, Kelurahan Kalipuro, mengaku sempat kaget dan terbangun karena suara dan getaran yang sangat kuat saat kendaraan melintas tepat di depan rumahnya.

“Sedang terlelap tidur saya mas, tiba-tiba terbangun karena suara dan getarannya sangat kuat. Saya bangunkan orang didalam rumah, awalnya saya kira gempa, ternyata trafo iringan truk pengangkut trafo yang lewat,” ujar Agus Edo.

Selain suara keras, proses pengangkutan melibatkan banyak personel yang berjaga di sepanjang jalur untuk mengatur arus lalu lintas. Beberapa petugas terlihat berdiri di atas muatan trafo untuk mengangkat kabel utilitas agar tidak tersangkut saat kendaraan melintas.

Seorang petugas pengamanan di lokasi menjelaskan bahwa trafo dikirim menuju GITET di Lingkungan Secang, Kalipuro, dengan jadwal malam hari agar tidak mengganggu aktivitas warga dan lalu lintas siang.

Total bobot kendaraan dan muatan mencapai lebih dari 200 ton, sehingga setiap pergerakan dilakukan secara bertahap dan diperlukan pengawalan sangat hati-hati.

Pengawalan ketat dilakukan untuk memastikan kendaraan dapat melewati jalan sempit dengan aman hingga tiba di lokasi tujuan.

Pengiriman trafo raksasa inipun bukan kejadian pertama, karena sebelumnya pada 20 April lalu, pengangkutan trafo dengan skema serupa juga dilakukan melalui jalur yang sama menuju GITET Secang.

Pengiriman bertahap trafo berkapasitas besar ini menjadi bagian dari proses penyelesaian kebutuhan infrastruktur di GITET Secang, dan masih ada satu trafo lagi yang akan diangkut secara bertahap pada malam berikutnya.

Karena ukuran dan bobotnya yang ekstrem, distribusi dilakukan secara khusus dengan rekayasa lalu lintas dan pengamanan maksimal untuk menjamin keselamatan pengguna jalan maupun masyarakat sekitar. (riz)

Berita Terkait

Konten Kreator Positif, Langkah SMK Alkarimi Edukasi Siswa
Revitalisasi Satuan Pendidikan Disasar Tuntas Hingga Daerah 3T
Bimtek Guru MI Dukun: Kuasai Aplikasi Pembelajaran Digital
Karnaval Kemerdekaan Tebuwung Angkat Budaya Nusantara dan Legenda
Festival Menjadi Gresik Berakhir: Sudakah Terbaca Kebudayaan Kota
KOKAM Cerme Amankan Proses Pemakaman Ketua PCM Menganti
Gresik Utara: Jerat Tambang dan Tambak Modern Rusak Lingkungan
MI Alkarimi: Maulid Nabi Ajak Murid Teladani Akhlak

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 17:01 WIB

Konten Kreator Positif, Langkah SMK Alkarimi Edukasi Siswa

Sabtu, 5 September 2026 - 23:00 WIB

Revitalisasi Satuan Pendidikan Disasar Tuntas Hingga Daerah 3T

Rabu, 2 September 2026 - 22:56 WIB

Bimtek Guru MI Dukun: Kuasai Aplikasi Pembelajaran Digital

Rabu, 2 September 2026 - 04:55 WIB

Karnaval Kemerdekaan Tebuwung Angkat Budaya Nusantara dan Legenda

Selasa, 1 September 2026 - 10:50 WIB

Festival Menjadi Gresik Berakhir: Sudakah Terbaca Kebudayaan Kota

Berita Terbaru

Gresik

Konten Kreator Positif, Langkah SMK Alkarimi Edukasi Siswa

Minggu, 6 Sep 2026 - 17:01 WIB