Banyuwangi, Jatim.co – Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur (Dindik Jatim), Aries Agung Paewai, melakukan kunjungan kerja ke SLB Negeri Tamanagung, Kecamatan Cluring, Banyuwangi. Kehadirannya untuk mendorong perwujudan Program SIKAP (Sekolah Inovasi Ketahanan Pangan).
Sampai dilokasi sekolah, Kamis (26/02/2026), Kadindik terperangah. Fokus perhatiannya tertuju pada sebuah oase hijau di tengah sekolah. Dimana terdapat ruang terbuka hijau yang dikelola secara mandiri oleh para siswa dan guru.
Ia melihat kebun sekolah yang tertata rapi dengan aneka tanaman produktif, ini bukan sekedar pemandangan hijau biasa. Bagi Aries, ini merupakan bukti nyata bahwa keterbatasan fisik maupun intelektual bukanlah penghalang bagi kreativitas dan produktivitas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ini bukan hanya ruang tanam biasa. Apa yang dirawat di SLBN Tamanagung bukan hanya tanaman, tetapi juga rasa percaya diri dan kemandirian anak-anak kita. Inilah makna pendidikan yang sesungguhnya, memberi ruang tumbuh tanpa batas untuk anak-anak spesial kita,” ujar Aries.
Program SIKAP di SLBN Tamanagung telah menjelma menjadi simbol kemandirian. Dibawah bimbingan penuh kesabaran dari para pendidik, para siswa belajar memahami proses kehidupan.
Aries menambahkan, proses ini secara tidak langsung menanamkan nilai-nilai fundamental seperti tanggung jawab, kerja sama dan kemandirian. Sekaligus ini menjadi pendukung program vokasi yang terlebih dulu dicanangkan.
Dalam kunjungannya, Aries tampak terkesan dengan ketelatenan yang ditunjukkan oleh para peserta didik. Ia menegaskan bahwa pendidikan inklusif di Jatim harus terus didorong untuk memberikan ruang berdaya bagi setiap anak.
“Tangan-tangan istimewa para siswa SLB ini telah membuktikan bahwa mereka mampu menghadirkan karya yang tidak hanya membanggakan, tetapi juga memiliki nilai edukatif dan ekonomis yang tinggi,” jelasnya kembali.

Sementara itu Kepala Sekolah SLBN Tamanagung, Pipit Suparlin menyampaikan terima kasih atas kunjungan dari Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Kunjungan ini menjadi kehormatan dan penyemangat bagi guru dan siswa.
“Sebuah kebahagiaan bagi kami keluarga SLBN Tamanagung, tidak pernah kami sangka sebelumnya, sekolah kecil kami mendapat perhatian secara langsung, menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan, serta memberikan layanan terbaik bagi seluruh peserta didik,” ucapnya.
Hal ini membuktikan bahwa dari lingkungan yang sederhana pun dapat tumbuh semangat besar untuk mengembangkan potensi anak-anak. Melalui SIKAP, sekolah memberi pemahaman proses ketahanan pangan dan nilai kehidupan yang sesungguhnya.
Dan ruang tanam yang ada memberi pelajaran bagaimana proses itu berjalan melalui tanaman, mulai dari menyemai benih, merawat dengan telaten, sampai memanen hasil jerih payah mereka sendiri. Hingga dapat mengambil pelajaran tentang nilai kehidupan itu sendiri. (Riz)






