Sapa Sastra Gresik Hidupkan Kembali Tradisi Kepenulisan

- Jurnalis

Selasa, 21 Oktober 2025 - 12:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gresik – Di tengah derasnya arus digitalisasi, tradisi kepenulisan sastra masih kurang mendapat perhatian dari masyarakat maupun pemerintah. Menyikapi hal itu, para pelaku seni di Gresik melalui Yayasan Gang Sebelah berupaya memperkuat ekosistem sastra di Kota Santri.

Upaya tersebut diwujudkan lewat forum Sapa Sastra 2025 yang digelar di Café Sualoka Hub, Kampung Kemasan, Minggu malam (19/10/2025). Acara ini menjadi bagian dari Program Penguatan Komunitas Sastra yang diinisiasi Direktorat Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan Kementerian Kebudayaan RI.

Sebelumnya, pada Sabtu (18/10), Yayasan Gang Sebelah juga menggelar FGD yang diikuti 30 peserta lintas disiplin. Mulai dari pendidik, penulis, penikmat sastra, hingga pegiat budaya ikut berpartisipasi aktif dalam diskusi tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Yayasan Gang Sebelah, Hidayatun Nikmah, mengatakan kegiatan ini lahir dari kegelisahan para pelaku sastra di Gresik yang merasa tradisi kepenulisan belum mendapat dukungan cukup luas.

> “Sapa Sastra ini merupakan tindak lanjut dari hasil FGD yang berlangsung pada hari Sabtu kemarin,” ujarnya.

 

Menurut Hidayatun, forum ini bertujuan menggali strategi aktivasi sastra agar karya, ruang, dan komunitas dapat saling menguatkan serta lebih membumi di tengah masyarakat.

> “Agar sastra tidak berhenti sebagai wacana elitis, melainkan menjadi praktik hidup yang dekat dengan masyarakat,” tuturnya.

 

Sejumlah sastrawan Gresik seperti Yogi Ishabib, Imam Muhtarom, dan Dewi Musdalifah turut hadir sebagai narasumber.

Dewi Musdalifah menyoroti minimnya ruang apresiasi dan dukungan pemerintah terhadap karya sastra lokal.

> “Kegiatan bedah buku di Gresik hampir seratus persen membahas buku sejarah. Buku sastra tidak pernah dianggap penting untuk dibedah,” ungkapnya.

 

Ia juga menyebut, lemahnya dukungan itu membuat penulis Gresik belum terbiasa melakukan riset dalam proses kreatif mereka.

> “Kita menghadirkan penulis dari daerah lain untuk belajar bagaimana meriset dan mewawancarai masyarakat agar menemukan hal-hal baru di Gresik,” paparnya.

 

Sementara itu, Ketua Dewan Kebudayaan Gresik, Irfan Akbar, berharap forum ini dapat melahirkan rekomendasi yang bisa ditindaklanjuti komunitas dan pemerintah daerah.

> “Sehingga sastra tidak hanya diperbincangkan secara individu, tetapi juga sebagai ekosistem dari hulu ke hilir. Mulai dari pembaca, penulis, hingga ruang sekolah,” pungkasnya.

Editor : Akhmad Sutikhon

Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow



sumber berita ini dari [kabargresik.com]

Berita Terkait

Hardiknas 2026, MTs Muhammadiyah 10 Boarding School Finalisasi Branding untuk Perkuat Daya Saing
Puluhan Siswa MI Islamiyah Mojopetung Belajar Kreasi Taplak dengan Sablon Digital
Integrated Skill Assessment: Kolaborasi Al Islam, Biologi, dan Bahasa Inggris dalam Pembelajaran Nyata di Spemdalas
LDKS dan Outbound Matsamuluh Mojopetung, Cetak Jiwa Pemimpin Lewat Tantangan Seru di Lamongan
Setelah di Balongpanggang, Lazismu Gresik Bekali Guru Berkemajuan di Panceng
Bukan Iklan, Bukan Produk: Ini Faktor Utama yang Bikin Orang Mau Beli
Workshop CV Online di SMK Al-Amin Mojowuku: Siswa Bikin Website Portofolio dalam 1 Jam
Bukan Iklan, Bukan Produk: Ini Faktor Utama yang Bikin Orang Mau Beli
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 10:34 WIB

Hardiknas 2026, MTs Muhammadiyah 10 Boarding School Finalisasi Branding untuk Perkuat Daya Saing

Sabtu, 2 Mei 2026 - 16:33 WIB

Puluhan Siswa MI Islamiyah Mojopetung Belajar Kreasi Taplak dengan Sablon Digital

Jumat, 1 Mei 2026 - 22:29 WIB

Integrated Skill Assessment: Kolaborasi Al Islam, Biologi, dan Bahasa Inggris dalam Pembelajaran Nyata di Spemdalas

Jumat, 1 Mei 2026 - 04:25 WIB

LDKS dan Outbound Matsamuluh Mojopetung, Cetak Jiwa Pemimpin Lewat Tantangan Seru di Lamongan

Kamis, 30 April 2026 - 10:25 WIB

Setelah di Balongpanggang, Lazismu Gresik Bekali Guru Berkemajuan di Panceng

Berita Terbaru