Festival Menjadi Gresik Berakhir: Sudakah Terbaca Kebudayaan Kota

- Jurnalis

Selasa, 1 September 2026 - 10:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Festival Menjadi Gresik digelar pada 15-30 Agustus 2026 di Kampung Kemasan. Jelajahi kebudayaan, kuliner, dan sejarah kota dari ingatan warga.

Lembaran kain berisi potongan ingatan warga membentang di sepanjang jalan Kampung Kemasan, Gresik. Melalui gelaran “Festival Menjadi Gresik” yang diprakarsai oleh Yayasan Gang Sebelah pada 15–30 Agustus 2026, publik diajak membaca kembali sejarah dan kebudayaan kota bukan dari dokumen resmi, melainkan dari keseharian dan ingatan masyarakatnya.

Festival ini menempatkan pengalaman serta pengetahuan warga sebagai bagian penting dari sumber kebudayaan. Kawasan bersejarah Kampung Kemasan di Kelurahan Pekelingan diaktivasi sebagai arsip terbuka, di mana bangunan tua disulap menjadi ruang pamer dan jalanan kampung menjadi tempat bertemunya narasi masa lalu dengan aktivitas ekonomi warga saat ini.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Direktur Festival Menjadi Gresik, Hidayatun Nikmah, menjelaskan bahwa agenda ini lahir dari kegelisahan atas penulisan sejarah kota yang kerap didominasi oleh narasi besar, seperti peristiwa politik atau kisah tokoh penting, sehingga pengetahuan lokal warga sering terabaikan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Padahal, dari dapur, pakaian, makanan, kampung, hingga cerita yang diwariskan antargenerasi, kita bisa melihat bagaimana sebuah masyarakat membentuk identitas kotanya,” ujar Hidayatun Nikmah.

Pendekatan unik yang diusung festival ini salah satunya melalui riset gastronomi terhadap kuliner khas seperti bandeng keropok, jubung, dan bubur roomo. Penelusuran tidak sekadar mencatat resep, tetapi juga menggali bahan baku, teknik pengolahan, hingga memvisualisasikannya dalam bentuk film dokumenter. Selain kuliner, elemen busana sehari-hari seperti sarung, kebaya, dan songkok juga dibaca sebagai bentuk hubungan sosial dan identitas masyarakat.

Direktur Program Festival, Irfan Akbar, menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan membuka ruang bagi warga untuk menceritakan identitas kotanya secara mandiri.

“Kami tidak sedang mencari satu definisi tentang Gresik. Justru kami ingin membuka ruang agar warga dapat menceritakan Gresik dari pengalaman mereka sendiri. Festival ini adalah cara mempertemukan kembali ingatan yang tersebar, mendokumentasikannya, lalu membawanya kembali kepada publik,” kata Irfan Akbar.

Sebagai bagian dari proses panjang, festival ini mengandalkan program Besali Studi Kultural, sebuah ruang belajar kolektif berbasis riset tradisi lisan dan pengalaman warga. Sebanyak delapan kelompok dari berbagai komunitas dan perguruan tinggi terpilih untuk meneliti beragam objek lokal, mulai dari percampuran budaya Tionghoa dan Arab, gulat okol, aksara Gresik, hingga arsitektur Kampung Kemasan.

Rangkaian kegiatan yang berlangsung selama pertengahan Agustus 2026 ini meliputi pameran, Seri Gastronomi, pemutaran film dokumenter, peragaan busana, lokakarya, hingga walking tour.

Melalui penyajian arsip pengetahuan ini, merawat kebudayaan difokuskan untuk menjaga agar pengetahuan lokal tetap relevan dan berguna bagi generasi masa kini.

Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow



sumber berita ini dari [kabargresik.com]

Berita Terkait

KOKAM Cerme Amankan Proses Pemakaman Ketua PCM Menganti
Gresik Utara: Jerat Tambang dan Tambak Modern Rusak Lingkungan
MI Alkarimi: Maulid Nabi Ajak Murid Teladani Akhlak
Rp13,9 Miliar Digelontorkan, DPRD Gresik Awasi Jalan Bungah
Dua Bandit Motor Gresik Rungkad: Modus Kunci T Dibongkar Polisi, Petani Tersenyum
Waduk Srumbung Bergolak: Ratusan Warga Berebut Ikan dengan Tangan Kosong
Panggung Dalang Cilik Petrokimia Gresik: Merawat Warisan, Menumbuhkan Masa Depan
Ujung Dugaan Pemerasan Judi Online: Dua Polisi Nyaris Dihajar Massa di Gresik
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 10:50 WIB

Festival Menjadi Gresik Berakhir: Sudakah Terbaca Kebudayaan Kota

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:47 WIB

KOKAM Cerme Amankan Proses Pemakaman Ketua PCM Menganti

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 10:39 WIB

Gresik Utara: Jerat Tambang dan Tambak Modern Rusak Lingkungan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 04:35 WIB

MI Alkarimi: Maulid Nabi Ajak Murid Teladani Akhlak

Jumat, 21 Agustus 2026 - 04:16 WIB

Rp13,9 Miliar Digelontorkan, DPRD Gresik Awasi Jalan Bungah

Berita Terbaru

Gresik

KOKAM Cerme Amankan Proses Pemakaman Ketua PCM Menganti

Senin, 31 Agu 2026 - 16:47 WIB

Gresik

MI Alkarimi: Maulid Nabi Ajak Murid Teladani Akhlak

Kamis, 27 Agu 2026 - 04:35 WIB