Girimu.com — Dentuman ritmis dari Tim Perkusi Suporter Mutu Gressi mengawali kemeriahan Forum Ta’aruf dan Orientasi Siswa (Fortasi) SMP Muhammadiyah 1 (Spemutu) Gresik Tahun Ajaran 2026/2027, Senin (13/7/2026). Penampilan penuh energi tersebut sukses membakar semangat sekaligus menjadi sambutan hangat bagi 127 siswa baru kelas VII yang resmi bergabung sebagai keluarga besar Spemutu.
Suasana ceria dan penuh antusias menyelimuti lapangan Spemutu Gresik di Jalan KH Kholil No. 90 Gresik, sejak pagi hari. Irama perkusi yang berpadu dengan yel-yel khas suporter Mutu Gressi mengundang tepuk tangan meriah dari seluruh peserta, guru, hingga karyawan yang turut serta dalam pembukaan Fortasi. Kegiatan ini menjadi gerbang awal bagi para peserta didik baru untuk mengenal lingkungan sekolah, budaya belajar, serta berbagai program unggulan yang dimiliki Spemutu. Melalui Fortasi, siswa diajak beradaptasi dengan suasana sekolah yang ramah, menyenangkan, dan berkarakter.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebanyak 127 siswa baru secara resmi memulai lembaran baru perjalanan pendidikan mereka dengan semangat menjadi generasi ISTIMEWA, yaitu Islami, Terukur, Inklusif, Mandiri, Empati, Wawasan Global, dan Adaptif.
Dirigen Tim Perkusi Suporter Mutu Gressi, Muhammad Ainun Najib, mengatakan, bahwa penampilan timnya bukan sekadar atraksi musik, tetapi menjadi simbol persatuan dan semangat kekeluargaan yang ingin ditanamkan sejak hari pertama siswa menginjakkan kaki di Spemutu.
“Kami hadir untuk mengguncang pembukaan Fortasi dengan energi dan semangat positif. Namun yang lebih penting, kami ingin menyatukan seluruh keluarga besar Spemutu dalam satu irama kebersamaan. Hari ini kami menyambut 127 siswa kelas VII yang kini resmi menjadi bagian dari keluarga besar Spemutu,” ujar Najib.
Ia menambahkan, bahwa setiap dentuman perkusi membawa pesan tentang kekompakan, disiplin, dan semangat pantang menyerah yang selama ini menjadi identitas Tim Perkusi Suporter Mutu Gressi.
“Kami ingin menunjukkan, bahwa di Spemutu semua bisa bertumbuh bersama. Tidak ada yang berjalan sendiri. Irama yang kami mainkan menjadi simbol bahwa ketika semua bergerak dalam satu tujuan, akan tercipta harmoni yang indah. Itulah semangat yang ingin kami tularkan kepada adik-adik kelas VII,” tambahnya.
Sementara itu, guru SMP Muhammadiyah 1 Gresik, Sunarko, mengapresiasi keberadaan Tim Perkusi Suporter MUTU Gresik yang terus berkembang menjadi salah satu media pembinaan karakter peserta didik.
“Tim Perkusi Suporter Mutu Gressi bukan hanya menghadirkan hiburan dalam setiap kegiatan sekolah, tetapi juga menjadi wadah bagi siswa untuk belajar disiplin, tanggung jawab, kerja sama, kepemimpinan, dan rasa percaya diri. Mereka berlatih dengan sungguh-sungguh sehingga setiap penampilan selalu mampu membangkitkan semangat seluruh warga sekolah,” ungkap Sunarko.
Menurutnya, kehadiran tim perkusi pada pembukaan Fortasi memberikan kesan pertama yang luar biasa bagi para siswa baru.
“Saya berharap semangat yang ditunjukkan Tim Perkusi Suporter Mutu Gressi dapat menginspirasi siswa kelas VII untuk aktif mengikuti berbagai kegiatan positif di sekolah. Di Spemutu, setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan bakat, karakter, dan prestasinya,” pungkasnya.
Pembukaan Fortasi yang dikemas meriah melalui berbagai penampipan siswa, salah satunya dari penampilan Tim Perkusi Suporter Mutu Gressi diharapkan menjadi pengalaman pertama yang berkesan bagi seluruh siswa baru. Dengan semangat kebersamaan dan antusiasme yang tinggi, keluarga besar Spemutu menyambut para peserta didik baru untuk belajar, bertumbuh, dan meraih prestasi bersama di Spemutu. (*)
Post Views: 52







