Tendangan Penalti: Sejarah Hukuman yang Mengubah Wajah Sepak Bola

- Jurnalis

Senin, 12 Januari 2026 - 23:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Di depan gawang, jarak sebelas meter terasa jauh sekaligus dekat. Waktu seakan berhenti. Ribuan pasang mata menunggu satu sentuhan kaki. Tendangan penalti, hari ini, adalah momen paling sunyi sekaligus paling bising dalam sepak bola.

Namun penalti tidak lahir sebagai drama. Ia muncul dari kegelisahan.

Ketika Pelanggaran Menjadi Taktik

Pada akhir abad ke-19, sepak bola masih mencari bentuknya. Aturan belum tegas membedakan pelanggaran biasa dan pelanggaran yang merampas peluang gol. Di depan gawang, menjatuhkan lawan justru menjadi pilihan rasional. Hukuman ringan. Risiko kecil. Gol bisa digagalkan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Permainan berjalan, tapi keadilan tertinggal.

Pelanggaran yang seharusnya memalukan justru menjelma taktik bertahan. Wasit tak punya banyak pilihan. Penonton menggerutu. Sepak bola butuh koreksi.

Seorang Kiper dan Sebuah Gagasan

William McCrum bukan penyerang, bukan pula pembuat gol. Ia seorang kiper asal Irlandia—posisi yang paling memahami arti peluang emas. Pada 1890, McCrum mengajukan usulan yang radikal untuk zamannya: hukuman langsung berupa tendangan bebas dari jarak dekat bagi pelanggaran yang disengaja di area gawang.

Usulan itu ditertawakan. Penalti dianggap tidak ksatria. Menyerang rasa percaya pada sportivitas pemain bertahan. Sepak bola, kala itu, masih ingin percaya pada moral.

Namun pelanggaran terus terjadi.

Keadilan yang Disahkan

Setahun berselang, 1891, International Football Association Board (IFAB) mengesahkan tendangan penalti. Bukan sebagai hukuman balas dendam, melainkan sebagai alat koreksi. Jarak sebelas meter dipilih agar peluang mencetak gol sepadan dengan peluang yang dirampas secara tidak sah.

Pada 1902, garis kotak penalti diperkenalkan. Lapangan diberi batas moral: di sinilah kesalahan dibayar mahal.

Sejak itu, sepak bola tak lagi sama.

Dari Aturan Menjadi Psikologi

Penalti perlahan berubah fungsi. Ia tak hanya menghukum pelanggaran, tapi juga menguji mental. Ketika adu penalti diperkenalkan pada 1970-an untuk menentukan pemenang, drama mencapai puncaknya.

Di titik ini, penalti bukan lagi tentang wasit atau aturan. Ia tentang keberanian. Tentang ketenangan di bawah tekanan. Tentang sejarah yang ditentukan oleh satu tendangan.

Warisan yang Tak Pernah Sepi Perdebatan

Lebih dari seabad kemudian, penalti tetap memantik kontroversi. Soal handball. Soal VAR. Soal niat dan ketidaksengajaan. Namun satu hal tak berubah: penalti adalah upaya sepak bola menjaga keseimbangan antara permainan dan keadilan.

Ia lahir dari ketidakadilan, tumbuh dalam perdebatan, dan bertahan sebagai bagian paling manusiawi dari sepak bola—tempat kesalahan, keberanian, dan harapan bertemu di satu titik putih.

Editor : Akhmad Sutikhon

Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow



sumber berita ini dari [kabargresik.com]

Berita Terkait

Gubernur Khofifah Resmikan Fasilitas Layanan Pendidikan SLB Negeri Tamanagung, Dukung Peningkatan Kualitas Sarana Dan Kemandirian Siswa Disabilitas.
KOKAM Markas Cabang Cerme dan Muspika Cerme Sinergi Amankan Safari Ramadan di Masjid An-Nur Lengkong
Saat Tangan-tangan Kecil KB dan TK Aisyiyah 23 Mojopetung Gemakan Takbir dan Tebarkan Infak
Ramadan Momentum Pengendalian Diri – Girimu
Saat Kapolresta Jadi Penceramah Di Kajian Ramadhan Muhammadiyah Banyuwangi, Beri Pesan Spiritual Dan Ajak Sinergi
Siap Jalani Monitoring Setahun, 5 Kepala AUM Driyorejo Terima Buku RTL Baitul Arqom 1447 H
Dorong Semangat Program SIKAP, Kadindik Jawa Timur Salut Pada Inovasi Ketahanan Pangan SLB Negeri Tamanagung
Gemilang Ramadan 2026, IPM Smamio Diteguhkan sebagai Agen Perubahan Berkemajuan
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 4 Maret 2026 - 11:09 WIB

Gubernur Khofifah Resmikan Fasilitas Layanan Pendidikan SLB Negeri Tamanagung, Dukung Peningkatan Kualitas Sarana Dan Kemandirian Siswa Disabilitas.

Rabu, 4 Maret 2026 - 07:58 WIB

KOKAM Markas Cabang Cerme dan Muspika Cerme Sinergi Amankan Safari Ramadan di Masjid An-Nur Lengkong

Selasa, 3 Maret 2026 - 13:57 WIB

Saat Tangan-tangan Kecil KB dan TK Aisyiyah 23 Mojopetung Gemakan Takbir dan Tebarkan Infak

Senin, 2 Maret 2026 - 19:56 WIB

Ramadan Momentum Pengendalian Diri – Girimu

Senin, 2 Maret 2026 - 11:19 WIB

Saat Kapolresta Jadi Penceramah Di Kajian Ramadhan Muhammadiyah Banyuwangi, Beri Pesan Spiritual Dan Ajak Sinergi

Berita Terbaru

Gresik

Ramadan Momentum Pengendalian Diri – Girimu

Senin, 2 Mar 2026 - 19:56 WIB