Sonar Basarnas Identifikasi KMP Tunu Pratama Jaya Di Kedalaman 50 Meter

- Jurnalis

Selasa, 15 Juli 2025 - 08:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim Gabungan - Basarnas bersama dengan tim Polairud Polda Jatim bersama-sama mendeteksi keberadaan KMP Tunu Pratama Jaya menggunakan alat pendeteksi Sonar untuk mengidentifikasi bangkai kapal (istimewa/Jatim.co)

Tim Gabungan - Basarnas bersama dengan tim Polairud Polda Jatim bersama-sama mendeteksi keberadaan KMP Tunu Pratama Jaya menggunakan alat pendeteksi Sonar untuk mengidentifikasi bangkai kapal (istimewa/Jatim.co)

Banyuwangi, Jatim.co – Proses pencarian Kapal Muatan Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya yang hilang di Perairan Selat Bali sejak dua pekan lalu akhirnya mulai menemukan titik terang. Alat pendeteksi Sonar milik Basarnas menemukan bangkai kapal di kedalaman 50 meter, Selasa (15/7/2025).

Meski demikian, kemungkinan dapat dipastikan benda tersebut adalah bangkai KMP Tunu Pratama Jaya. Sebab, masih diperlukan identifikasi lebih lanjut guna memastikan hasil temuan tersebut.

“Polairud Baharkam Polri, Polairud Polda Jatim, maupun Polresta Banyuwangi bersama tim lain dari Basarnas melakukan pencarian dengan alat sonar,” ujar Dirpolairud Polda Jatim, Kombespol Arman Asmara Syarifuddin, Senin (14/7/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Arman menambahkan bahwa sonar ini merupakan alat yang bisa dipakai untuk mendeteksi bangkai kapal, ukuran kapal, hingga kedalamannya. Sonar tersebut berfungsi mendeteksi secara real time. Dengan sonar tersebut, juga dapat terdeteksi isi di dalam kapal.

Sehingga, ketika terdeteksi, dilakukan penandaan titik koordinat yang diduga menjadi lokasi bangkai kapal. Untuk selanjutnya setelah dilakukan penandaan atau penentuan titik koordinat tersebut, pencarian akan dilanjutkan dengan menggunakan peralatan robotik untuk menemukan korban-korban yang masih ada di dasar laut.

“Sudah tampak titik terang adanya koordinat, dan tahap awal yang digunakan dengan alat sonar. Selain itu kami  juga menyiapkan sejumlah personel penyelam yang ditempatkan di setiap kapal patroli,” jelasnya kembali.

Tim ini akan diterjunkan setelah ada titik letak koordinat kapal dapat dipastikan, setelah itu tahap kedua akan tim dapat membantu proses identifikasi lanjutan dengan menggunakan robot dalam laut guna mendeteksi keberadaan korban yang masih terjebak didalam kapal. (riz)

Berita Terkait

SMK Muhammadiyah 5 Gresik Gelar Workshop Digital
Pasar Murah Kejari Gresik Diserbu Warga
KLM Ayta CK2 Ditemukan, Seluruh ABK Selamat
SMK Muhamadiyah 5 Gresik Gelar Workshop SPMB
Polres Gresik Razia Warkop Jual Miras di Cerme
RW 01 Juara Voli Tingkat RW Di Serah
Tasyakuran HUT RI ke-80 Warga Tebuwung Di Jalan Cendrawasih
Penonton Konser New Pallapa di Ujungpangkah Meninggal

Berita Terkait

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 16:40 WIB

SMK Muhammadiyah 5 Gresik Gelar Workshop Digital

Jumat, 29 Agustus 2025 - 22:37 WIB

Pasar Murah Kejari Gresik Diserbu Warga

Jumat, 29 Agustus 2025 - 04:35 WIB

KLM Ayta CK2 Ditemukan, Seluruh ABK Selamat

Kamis, 28 Agustus 2025 - 10:33 WIB

SMK Muhamadiyah 5 Gresik Gelar Workshop SPMB

Rabu, 27 Agustus 2025 - 16:33 WIB

Polres Gresik Razia Warkop Jual Miras di Cerme

Berita Terbaru

Gresik

SMK Muhammadiyah 5 Gresik Gelar Workshop Digital

Sabtu, 30 Agu 2025 - 16:40 WIB

Gresik

Pasar Murah Kejari Gresik Diserbu Warga

Jumat, 29 Agu 2025 - 22:37 WIB

Gresik

KLM Ayta CK2 Ditemukan, Seluruh ABK Selamat

Jumat, 29 Agu 2025 - 04:35 WIB

Gresik

SMK Muhamadiyah 5 Gresik Gelar Workshop SPMB

Kamis, 28 Agu 2025 - 10:33 WIB

Gresik

Polres Gresik Razia Warkop Jual Miras di Cerme

Rabu, 27 Agu 2025 - 16:33 WIB