Banyuwangi, Jatim.co – Proses pencarian Kapal Muatan Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya yang hilang di Perairan Selat Bali sejak dua pekan lalu akhirnya mulai menemukan titik terang. Alat pendeteksi Sonar milik Basarnas menemukan bangkai kapal di kedalaman 50 meter, Selasa (15/7/2025).
Meski demikian, kemungkinan dapat dipastikan benda tersebut adalah bangkai KMP Tunu Pratama Jaya. Sebab, masih diperlukan identifikasi lebih lanjut guna memastikan hasil temuan tersebut.
“Polairud Baharkam Polri, Polairud Polda Jatim, maupun Polresta Banyuwangi bersama tim lain dari Basarnas melakukan pencarian dengan alat sonar,” ujar Dirpolairud Polda Jatim, Kombespol Arman Asmara Syarifuddin, Senin (14/7/2025).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Arman menambahkan bahwa sonar ini merupakan alat yang bisa dipakai untuk mendeteksi bangkai kapal, ukuran kapal, hingga kedalamannya. Sonar tersebut berfungsi mendeteksi secara real time. Dengan sonar tersebut, juga dapat terdeteksi isi di dalam kapal.
Sehingga, ketika terdeteksi, dilakukan penandaan titik koordinat yang diduga menjadi lokasi bangkai kapal. Untuk selanjutnya setelah dilakukan penandaan atau penentuan titik koordinat tersebut, pencarian akan dilanjutkan dengan menggunakan peralatan robotik untuk menemukan korban-korban yang masih ada di dasar laut.
“Sudah tampak titik terang adanya koordinat, dan tahap awal yang digunakan dengan alat sonar. Selain itu kami juga menyiapkan sejumlah personel penyelam yang ditempatkan di setiap kapal patroli,” jelasnya kembali.
Tim ini akan diterjunkan setelah ada titik letak koordinat kapal dapat dipastikan, setelah itu tahap kedua akan tim dapat membantu proses identifikasi lanjutan dengan menggunakan robot dalam laut guna mendeteksi keberadaan korban yang masih terjebak didalam kapal. (riz)