Girimu.com – SMA Muhammadiyah 10 GKB (Smamio) Gresik menggelar kegiatan Mutiara Hati bertema “Meneladani Hijrah Nabi: Membangun Budaya Kerja Amanah, Loyal, dan Berkemajuan” di Masjid Al Mizan Smamio, Jumat (26/6/2026). Kegiatan ini menjadi sarana penguatan spiritual sekaligus membangun budaya kerja profesional bagi guru dan karyawan.
Kajian tersebut menghadirkan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik, M. Thoha Mahsun, S.Ag., M.Pd.I., M.HES., sebagai pemateri utama. Ia mengajak seluruh civitas Smamio menjadikan nilai hijrah Rasulullah SAW sebagai inspirasi dalam meningkatkan kualitas diri dan pelayanan pendidikan.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebelum kajian dimulai, Kepala SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik, Ulyatun Nikmah, M.Pd., menyampaikan motivasi kepada seluruh peserta. Ia mengajak guru dan karyawan untuk bekerja dengan ikhlas, menjaga amanah, serta terus meningkatkan kualitas diri dalam menjalankan tugas pendidikan.
Menurut Ulyatun, rasa syukur atas nikmat Allah SWT tidak cukup hanya diwujudkan melalui ucapan, tetapi juga melalui tanggung jawab dan kontribusi nyata dalam memberikan pelayanan terbaik kepada peserta didik.
“Mari kita jadikan setiap aktivitas sebagai ladang ibadah. Syukur atas nikmat Allah diwujudkan dengan bekerja sepenuh hati, menjaga amanah, serta terus memberikan manfaat bagi sesama,” pesannya.
Dalam kajiannya, M. Thoha Mahsun menjelaskan bahwa hijrah Rasulullah SAW bukan hanya peristiwa perpindahan dari Makkah ke Madinah, tetapi juga momentum perubahan besar dalam membangun peradaban dan karakter manusia.
“Saat kita memperingati peristiwa Hijrah Rasulullah SAW, kita tidak sedang sekadar mengenang perjalanan fisik dari Makkah ke Madinah. Lebih dari itu, hijrah adalah simbol transformasi peradaban dan revolusi mental,” ujarnya.
Ia mengaitkan makna hijrah dengan kehidupan kerja di lingkungan pendidikan. Menurutnya, semangat hijrah harus mendorong setiap insan pendidikan untuk terus melakukan perubahan menuju pribadi yang lebih baik.
“Dalam konteks dunia kerja masa kini, semangat hijrah mengajak kita bermigrasi dari budaya kerja yang malas menuju produktif, dari yang khianat menuju amanah, dan dari yang sekadar bekerja menuju pribadi yang berkemajuan,” jelasnya.
Ia menyebut tiga nilai utama yang perlu menjadi budaya kerja warga Muhammadiyah, yaitu amanah, loyal, dan berkemajuan. Amanah diwujudkan melalui tanggung jawab, kejujuran, dan profesionalitas dalam menjalankan tugas.
Sementara itu, loyalitas tercermin melalui komitmen terhadap visi lembaga, kerja sama, serta menjaga nama baik sekolah. Adapun sikap berkemajuan diwujudkan dengan semangat belajar, berinovasi, dan meningkatkan kompetensi menghadapi tantangan pendidikan.
Kegiatan Mutiara Hati berlangsung khidmat dan penuh antusiasme. Para guru dan karyawan mengikuti kajian sebagai bekal untuk memperkuat peran mereka dalam membangun lingkungan pendidikan yang unggul dan berkarakter Islami.
Melalui kegiatan tersebut, Smamio berharap nilai-nilai hijrah tidak berhenti sebagai pemahaman, tetapi menjadi budaya kerja nyata dalam memberikan kontribusi terbaik bagi sekolah, Persyarikatan Muhammadiyah, dan masyarakat.
Post Views: 51







