GIRIMU.COM — Masjid Taqwa Karangpoh Gresik menjadi saksi antusiasme jamaah dalam mendalami tuntunan agama melalui Kajian Himpunan Putusan Tarjih (HPT), Senin (9/3/2026). Tema yang diangkat dalam kajian, sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Kajian diikuti oleh seluruh kepala, guru dan karyawan Amal Usaha Aisyiyah (AUM) Cabang Aisyiyah Gresik serta segenap Pimpinan Cabang Aisyiyah PCA) Gresik, dengan tema “Panduan Menghadapi Pengobatan Alternatif” dengan narasumber Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik, Ustadz Anas Thohir, SAg, MPdI.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam paparannya, Ustadz Anas membuka tabir sejarah saat baginda Nabi Muhammad SAW diuji dengan sakit selama enam bulan akibat sihir, yang menyebabkan rambutnya rontok dan memutih. Dijelaskan, bahwa kesembuhan Nabi Muhammad datang melalui wasilah ruqyah yang dilakukan malaikat Jibril.
“Nabi Muhammad SAW diruqyah oleh malaikat Jibril dengan membacakan Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas pada waktu-waktu mustajab, khususnya saat Subuh,” jelas Ustadz Anas.
Ia menekankan pentingnya ruqyah Ar-Qiqah yang menyertakan pembacaan tri-qul (Al-Quran Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas) dan ditutup dengan salawat sebagai benteng spiritual.
Ustadz Anas juga memaparkan kisah inspiratif dari Shahih Muslim tentang seorang sahabat nabi yang menjadi musafir. Saat melewati sebuah suku yang pemimpinnya sakit, sahabat tersebut berhasil menyembuhkan sang ketua suku, hanya dengan membacakan Surat Al-Fatihah dalam Al-Quran.
Jamaah menyimak dengan seksama poin penting terkait aspek hukum dalam kisah tersebut, di antaranya:
* Kehalalan Imbalan: Sahabat sempat ragu menerima hadiah kambing sebelum bertanya kepada Nabi Muhammad.
* Restu Nabi: Setibanya di Madinah, Nabi Muhammad SAW membenarkan tindakan tersebut dan memperbolehkan mengambil hadiah dari hasil mendoakan orang sakit.
* Kekuatan Al-Fatihah: Ustadz Anas mengingatkan, bahwa setiap huruf dalam Al-Quran dijaga oleh malaikat, dan Al-Fatihah memiliki fadhilah besar, terutama jika dibaca setelah salat malam.
Pesan mendalam disampaikan Ustadz Anas agar umat Islam tidak terjebak pada pandangan yang sempit dalam mencari kesembuhan. ia berpesan, jangan hanya memandang sesuatu dari unsur aqliyah (akal) dan jasmaniyah (fisik) saja.
“Pandanglah secara menyeluruh, termasuk sisi ruhiyah-nya. Agar perjalanan hidup ini tidak hanya mengandalkan kepandaian semata, tapi juga keberkahan Allah,” jelasnya sembari mengutip QS. Al-An’am: 128-129, Al-Baqarah, serta Al-Jinn: 6 sebagai penguatan.
Kajian diakhiri dengan suasana khusyuk saat Ustadz Anas memimpin doa bersama. Guru SMA Muhammadiyah 1 Gresik (Smamsatu) ini mendoakan agar seluruh jamaah yang hadir diberi rezeki yang barokah, rumah tangga yang langgeng (sakinah), serta usia yang bermanfaat. Kalimat “Aamiin” pun menggema serentak dari seluruh sudut Masjid Taqwa Karangpoh, menutup pertemuan rutin tersebut dengan penuh harapan dan keberkahan. (*)
Post Views: 5







