Girimu.com – Ketua Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Non Formal (Dikdasmen PNF) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik, M. Fadholi Aziz, SSi, MPd, menyampaikan pesan mendalam dalam sesi iftitah (pembukaan) acara pelepasan siswa SD Al Islam, Sabtu (13/6/2026). Di hadapan para wali murid dan wisudawan, ia menegaskan, momentum kelulusan ini merupakan hari “panen” atas segala benih iman, ilmu, akhlak, dan karakter baik yang selama ini telah ditanamkan pada diri anak-anak.
Namun, Aziz mengingatkan, perjuangan belum usai. Ia mengimbau para orang tua untuk terus melanjutkan pendidikan putra-putrinya ke jenjang yang lebih tinggi demi memperluas cakrawala keilmuan.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam tausiyah-nya, Aziz mengutip Surah An-Nisa ayat 9, yang berisi peringatan keras agar umat Muslim tidak meninggalkan generasi yang lemah di masa depan, baik lemah secara ilmu, fisik, maupun akhlak. Harapan besar ditumpukan agar para lulusan dapat tumbuh sejalan dengan visi dan cita-cita besar SD Al Islam. Selain itu, kutipan Surah At-Tahrim ayat 6 juga digaungkan sebagai pengingat bersama.
“Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka,” ungkapnya menerjemahkan kandungan Al-Quran tersebut.
dikatakan, anak-anak bersekolah di sini bukan sekadar mengejar nilai atau angka-angka di dalam rapor. Hal yang jauh lebih utama setelah mereka lulus dari SD Al Islam adalah bagaimana iman dan akhlak mulia itu telah tertanam kuat di dalam hati mereka.
Untuk memotivasi para siswa, kisah inspiratif Imam Syafi’i turut ia bagikan. Sejak kecil, kisahnya, Imam Syafi’i telah ditinggal wafat oleh ayahnya. Namun, keterbatasan ekonomi tidak menyurutkan semangatnya untuk menuntut ilmu. Ia bahkan menuliskan hafalan pelajaran dari gurunya di atas pelepasan kurma. Berkat kegigihan dan untaian doa dari ibundanya, Imam Syafi’i sudah hafal Al-Quran dan ribuan hadis di usia yang sangat belia.
“Ayo anak-anak, tetap semangat belajar. Optimalkan seluruh pelajaran yang sudah didapatkan dari sekolah selama ini,” serunya membakar semangat para siswa.
Sebagai sekolah yang menjunjung tinggi nilai Islam, keutamaan berinteraksi dengan Al-Quran menjadi sorotan utama sekolah ini. Mengutip hadis Rasulullah SAW: sebaik-baik manusia adalah yang mau belajar dan mengamalkan Al-Quran. Lebih dari itu, anak-anak yang menjaga hafalan Al-Quran kelak dijanjikan akan memberikan mahkota kemuliaan kepada kedua orang tuanya di akhirat.
Di akhir pemaparannya, Azis merangkum tiga hal krusial yang menjadi pilar utama yang wajib disiapkan oleh orang tua dan guru dalam membimbing anak-anak:
1. Kuatkan iman, nilai-nilai Islam harus dijaga selamanya. Anak-anak wajib dibekali fondasi keimanan yang kokoh agar tidak goyah oleh zaman.
2. Luaskan ilmu, Allah SWT telah berjanji akan mengangkat derajat orang-orang yang berilmu dan menuntut ilmu.
3. Mulia akhlak, meneladani Rasulullah SAW yang diutus ke muka bumi tidak lain adalah untuk menyempurnakan akhlak manusia.
Acara ditutup dengan pesan menyentuh kepada seluruh warga sekolah. Kepada rekan-rekan guru, Aziz mengajak untuk tiada lelah mendampingi proses tumbuh kembang siswa dengan hati yang ikhlas. Sementara bagi para alumni muda SD Al Islam, ia menitipkan tiga pesan kunci yang harus dibawa ke mana pun mereka melangkah:
1. Jaga salat lima waktu.
2. Jaga dan terus murajaah (ulangi) hafalan Al-Quran.
3. Selalu hormati orang tua dan guru.
Acara ditutup dengan doa bersama, berharap agar anak-anak yang lulus hari ini menjadi keturunan yang qurrota a’yun, penyejuk mata dan pembawa kebahagiaan bagi keluarga dunia dan akhirat. (*)
Post Views: 1,976







