Momentum libur panjang sekolah yang berbarengan dengan perayaan Natal dan Tahun Baru 2026 menjadi berkah tersendiri bagi wisata religi di Kabupaten Gresik. Kawasan makam dua wali kutub, Sunan Maulana Malik Ibrahim dan Sunan Giri, tak henti-hentinya disesaki ribuan peziarah dari berbagai penjuru tanah air.
Pantauan di lapangan menunjukkan arus kedatangan jamaah terus mengalir sejak pagi hingga malam hari. Tak hanya dari Pulau Jawa, para peziarah juga berdatangan dari Sumatera, Bali, hingga Lombok. Lonjakan kunjungan ini terasa sangat signifikan sejak memasuki pekan liburan.
Abdul Wahhab, pegawai Yayasan Makam Syekh Maulana Malik Ibrahim, mengungkapkan bahwa jumlah pengunjung melonjak drastis. “Peziarah sangat ramai mulai menjelang libur Natal hingga saat ini. Rata-rata kunjungan mencapai hampir 10.000 orang per hari. Jumlah ini melonjak drastis jika dibandingkan dengan hari-hari biasa,” ujar Abdul Wahhab.
Pihak yayasan berharap lonjakan peziarah ini turut menggerakkan roda ekonomi masyarakat sekitar. “Harapan kami, lonjakan ini memberi dampak positif bagi perekonomian daerah, terutama bagi sektor UMKM dan pedagang di sekitar lokasi makam,” imbuhnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di antara kerumunan peziarah, Ahmad, seorang warga Lampung Timur, tampak bersama keluarganya. Ia sengaja menyempatkan singgah di Gresik sebelum melanjutkan perjalanan ke Madura sebagai bagian dari tur religi ke makam Wali Songo. Bagi Ahmad, ziarah ini lebih dari sekadar ibadah.
“Tujuannya agar anak-anak mengenal langsung tempat para Wali Songo, penyebar agama Islam di nusantara. Kami ingin mereka belajar sejarah singkatnya agar bisa meneladani perjuangan para wali dalam kehidupan bermasyarakat,” ungkap Ahmad.
Ia juga berharap perjalanan ini membawa keberkahan bagi keluarganya. “Semoga hidup menjadi berkah, rezeki lancar, dan anak-anak semakin rajin belajar setelah melihat langsung jejak sejarah para kekasih Allah ini,” pungkasnya.
Lonjakan kunjungan ini sekaligus menggambarkan betapa kuatnya daya tarik wisata religi di Gresik, yang tak hanya menjadi tempat ziarah, tetapi juga sarana pembelajaran sejarah dan nilai-nilai keagamaan bagi generasi muda.
Editor : Akhmad Sutikhon






