KBPPPA Gresik Catat 2 Mahasiswa Rentan Bunuh Diri

- Jurnalis

Rabu, 17 Desember 2025 - 16:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

dr. Titik Ernawati, Kadis KBPPPA Gresik

Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (KBPPPA) Kabupaten Gresik mencatat dua kasus mahasiswa yang menunjukkan kecenderungan ingin melakukan bunuh diri akibat faktor kecemasan. Temuan ini tercatat melalui layanan Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) KBPPPA sepanjang Januari hingga Desember 2025.

Kepala Dinas KBPPPA Gresik, Titik Ernawati, menjelaskan bahwa kecenderungan tersebut dipicu oleh gangguan kecemasan, mulai dari kecemasan sosial hingga indikasi menyakiti diri sendiri.
“Ada yang mengalami kecemasan sosial, takut berinteraksi dengan orang, dan ada juga kecemasan dengan indikasi ingin menyakiti dirinya sendiri,” ujar Titik.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan penelusuran petugas, tidak ditemukan adanya faktor kekerasan fisik pada kedua kasus tersebut. Menurut Titik, dorongan untuk mengakhiri hidup justru muncul dari tekanan persoalan hidup yang dirasakan sangat berat oleh mahasiswa bersangkutan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kedua mahasiswa itu melakukan konsultasi melalui layanan tatap muka digital Puspaga KBPPPA Gresik. Dalam proses pendampingan, petugas menemukan bahwa kebutuhan utama mereka adalah ruang aman untuk didengarkan.
“Mereka hanya berkeinginan untuk didengarkan. Mereka juga mengungkapkan kecenderungan ingin bunuh diri karena mengalami stres, pikiran kalut, dan sebagainya,” jelasnya.

Titik menambahkan, secara kognitif para mahasiswa tersebut memahami pentingnya berdoa dan berpikir positif saat menghadapi stres. Namun, kondisi emosional yang tidak stabil membuat upaya tersebut sulit dilakukan.

Sebagai langkah penanganan, Puspaga KBPPPA Gresik memberikan pendampingan khusus, termasuk hipnoterapi dan penguatan masukan positif. “Kemampuan penanganan seperti itu memang dimiliki oleh Puspaga,” kata Titik.

Ia menduga, kecemasan yang dialami berkaitan erat dengan pengalaman masa kecil atau inner child. Pola pengasuhan orang tua yang penuh tekanan, meski tidak disadari, dapat memengaruhi kondisi psikologis anak hingga dewasa.
“Ada tekanan-tekanan yang tanpa disadari oleh orang tuanya. Ketika anak bersosialisasi di luar, hal itu kemudian menimbulkan kecemasan di dalam dirinya,” pungkasnya.

Editor : Akhmad Sutikhon

Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow



sumber berita ini dari [kabargresik.com]

Berita Terkait

Jelang Mudik Lebaran, Polres Gresik Sidak Senpi Anggota
Hasil Penjaringan Kepala Dusun Menuai Dampak, RT/RW Se Dusun Simbar 2 Tampo Layangkan Surat Pernyataan Menolak
Preloved for Love: Kepedulian Siswa Spemdalas Mengalir ke SD MURI
TK ABA 38 Driyorejo Bagi 250 Takjil Buah
Trump Tuntut Iran Menyerah Tanpa Syarat
Lukisan Gua Tertua Dunia di Bulu Sipong Dijaga SIG
UMG Berikan Santunan kepada Puluhan Anak Yatim di 4 Kecamatan Kabupaten Gresik
Perang Rudhal lan Perang Utang
Tag :

Berita Terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 14:14 WIB

Jelang Mudik Lebaran, Polres Gresik Sidak Senpi Anggota

Senin, 9 Maret 2026 - 10:08 WIB

Hasil Penjaringan Kepala Dusun Menuai Dampak, RT/RW Se Dusun Simbar 2 Tampo Layangkan Surat Pernyataan Menolak

Minggu, 8 Maret 2026 - 20:10 WIB

Preloved for Love: Kepedulian Siswa Spemdalas Mengalir ke SD MURI

Minggu, 8 Maret 2026 - 02:09 WIB

TK ABA 38 Driyorejo Bagi 250 Takjil Buah

Sabtu, 7 Maret 2026 - 14:18 WIB

Trump Tuntut Iran Menyerah Tanpa Syarat

Berita Terbaru

Gresik

Jelang Mudik Lebaran, Polres Gresik Sidak Senpi Anggota

Senin, 9 Mar 2026 - 14:14 WIB

Gresik

TK ABA 38 Driyorejo Bagi 250 Takjil Buah

Minggu, 8 Mar 2026 - 02:09 WIB

Internasional

Trump Tuntut Iran Menyerah Tanpa Syarat

Sabtu, 7 Mar 2026 - 14:18 WIB