Diduga Buang Limbah ke Sungai, Tambak Vaname di Ujungpangkah Gresik Dikeluhkan Warga

- Jurnalis

Kamis, 7 Mei 2026 - 04:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Desa Banyuurip, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, mengeluhkan aktivitas tambak udang vaname yang diduga membuang limbah langsung ke aliran sungai tanpa pengolahan. Kondisi tersebut disebut menyebabkan bau menyengat hingga matinya habitat ikan dan kepiting di kawasan pesisir.

Pantauan di lokasi menunjukkan aktivitas pembuangan limbah terjadi pada sore hari sekitar pukul 17.00 WIB melalui pintu air yang terhubung langsung dengan laut. Warga menduga limbah hasil endapan air tambak tidak melalui Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), melainkan langsung dialirkan ke sungai.

Akibatnya, ekosistem perairan di sekitar pesisir disebut mulai terdampak. Sejumlah nelayan mengaku hasil tangkapan mereka menurun drastis sejak aktivitas tambak tersebut berlangsung.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sejak ada limbah tambak vaname itu, kepiting dan ikan di wilayah pesisir banyak yang mati. Penghasilan kami jadi berkurang drastis,” ujar Samari, warga Banyuurip yang sehari-hari bekerja sebagai pencari kepiting, Rabu (5/5/2026).

Menurutnya, masyarakat khawatir pencemaran lingkungan akan semakin parah jika tidak segera ditangani. Warga berharap pengelola tambak memperbaiki sistem pembuangan limbah agar tidak langsung mengalir ke sungai dan laut.

“Harapannya limbah diolah dulu melalui IPAL sebelum dibuang, supaya tidak merusak lingkungan dan habitat kepiting,” tambahnya.

Menanggapi keluhan warga, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gresik mengaku telah menurunkan tim ke lokasi untuk melakukan verifikasi lapangan. Pemeriksaan dilakukan dengan melihat kondisi air serta titik pembuangan limbah.

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLH Gresik, Jauzi, mengatakan hasil verifikasi akan dikaji sebelum langkah lanjutan dilakukan.

“Kami sudah melakukan verifikasi lapangan. Selanjutnya pihak pengelola tambak akan dipanggil untuk dimintai keterangan terkait dugaan pencemaran lingkungan ini,” ujarnya.

Selain itu, DLH juga akan memeriksa kelengkapan dokumen perizinan tambak, termasuk izin lingkungan dan sistem pengelolaan limbah yang digunakan.

Kasus ini menambah perhatian terhadap pengawasan aktivitas tambak modern di kawasan pesisir Gresik agar tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan kehidupan masyarakat sekitar.

Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow



sumber berita ini dari [kabargresik.com]

Berita Terkait

Sujud Syukur dan Isak Tangis di Ujung Maraton Asesmen Almadany
Aplikasikan Spirit Ta’awun, Spemutu Gresik Galang Kurban secara Syarikat di Iduladha 1447 H
Gelaran Perdana, Manasik Haji KB – TK Aisyiyah Bungah di Masjid Ahmad Dahlan Sidayu
Lazismu dan PDA Gresik Luncurkan Bunda Tangguh, Dorong Ibu Rumah Tangga Naik Kelas
Kali Pertama Hadir di SD Almadany, MBG Bikin Para Siswa Gembira
Tak Lagi Gagap Inggris, Spemdalas Ajak Calon Siswa Jajal Kelas Percobaan
HW Smamio Juarai ‘Joko Tingkir Literacy Camp Competition’ di UMLA
Dari Udara Sejuk Batu, Ikhtiar Guru SD Muhammadiyah Kebomas Meracik Sekolah Unggul
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 11:03 WIB

Sujud Syukur dan Isak Tangis di Ujung Maraton Asesmen Almadany

Kamis, 14 Mei 2026 - 17:00 WIB

Aplikasikan Spirit Ta’awun, Spemutu Gresik Galang Kurban secara Syarikat di Iduladha 1447 H

Rabu, 13 Mei 2026 - 22:59 WIB

Gelaran Perdana, Manasik Haji KB – TK Aisyiyah Bungah di Masjid Ahmad Dahlan Sidayu

Rabu, 13 Mei 2026 - 04:55 WIB

Lazismu dan PDA Gresik Luncurkan Bunda Tangguh, Dorong Ibu Rumah Tangga Naik Kelas

Selasa, 12 Mei 2026 - 10:55 WIB

Kali Pertama Hadir di SD Almadany, MBG Bikin Para Siswa Gembira

Berita Terbaru