GIRIMU.COM – Salah satu rangkaian kegiatan outing class siswa kelas V dan VI SD Alam Muhammadiyah Kedanyang (SD Almadany) Kebomas, Gresik pada Selasa (10/2/2026) adalah mengunjungi Cafe Senja Jingga, Giri. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian pembelajaran luar kelas yang dikemas edukatif dan kreatif dengan tema pelestarian budaya lokal, khususnya seni lukis Damar Kurung khas Gresik.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa mendapatkan materi langsung dari tiga pemateri, yakni Joko Iwan, Kris Aji, dan Anhar Husnani dari komunitas Giri DK (Gerakan Satu Rumah Satu Damar Kurung). Komunitas ini dikenal aktif dalam upaya pelestarian dan pengenalan Damar Kurung kepada generasi muda.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan diawali dengan pemaparan materi mengenai sejarah Damar Kurung khas Gresik yang disampaikan oleh Joko Iwan. Para siswa dikenalkan pada asal-usul, nilai budaya, serta filosofi yang terkandung dalam setiap gambar Damar Kurung. Selanjutnya, materi dilanjutkan dengan penjelasan tentang cara menggambar motif Damar Kurung sesuai urutan cerita, termasuk pola pakem khas yang menjadi ciri utama seni tradisi tersebut.
Setelah sesi materi, para siswa ditantang untuk menuangkan kreativitas mereka dengan melukis desain Damar Kurung di atas kertas yang telah dibagikan. Dengan penuh antusias, anak-anak pun menggambar berbagai cerita keseharian khas Gresik sesuai imajinasi mereka.
Tak disangka, hasil lukisan para siswa berhasil membuat para pemateri takjub. Karya-karya tersebut dinilai memiliki kreativitas tinggi dan pemahaman yang baik terhadap konsep Damar Kurung, meskipun dibuat oleh anak-anak usia sekolah dasar. Para pemateri yang merupakan tokoh seniman budaya Gresik pun mengapresiasi semangat dan bakat para siswa.
Kepala SD Almadany, Lilik Isnawati, SPd, MPd, menyampaikan rasa bangga atas antusiasme para siswa dalam mengikuti kegiatan tersebut. Ia menilai, kegiatan belajar melukis Damar Kurung ini menjadi salah satu bentuk nyata upaya pelestarian budaya lokal khas Gresik yang dilakukan oleh generasi penerus bangsa.
“Anak-anak terlihat sangat bersemangat dan menikmati setiap proses pembelajaran. Ini menjadi bukti, bahwa pengenalan budaya lokal bisa dilakukan dengan cara yang menyenangkan. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat menginspirasi anak-anak untuk terus berkarya, berani mengekspresikan ide, serta tumbuh rasa cinta terhadap budaya daerahnya,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa SD Almadany tidak hanya mendapatkan pengalaman belajar yang menyenangkan, tetapi juga tumbuh rasa cinta dan kepedulian terhadap warisan budaya lokal sejak dini. (*)
Kontributor: Shinta Lailatul Rizka
Post Views: 4







