GIRIMU.COM — Seusai melangitkan doa dan restu ayah bunda serta guru dan karyawan pada siangnya, Kamis (2/4/2026) malam SD Alam Muhammadiyah Kedanyang (SD Almadany) Kebomas, Gresik, Jawa Timur menggelar Malam Abata bagi kelas VI. Malam Almadany Bina Iman dan Takwa (Malam Abata) ini diisi dengan motivasi ke-Islaman oleh Ustadz Adi Mustofa, MPdI, dai muda yang energik, namun tampil sederhana.
Dalam tausiyah bertema “Libatkan Allah dalam setiap Urusanmu”, ia mengawalinya dengan tayangan video tentang keberhasilan Muhammadiyah berdakwah di bumi Nusantara. Dalam tayangan itu diceritakan bagaimana Muhammadiyah memiliki peran krusial dalam menyebarkan Islam moderat melalui institusi pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat. Majelis Tarjih dan fatwa yang dikeluarkan menjadi pilar dalam membentuk pandangan masyarakat terhadap Islam moderat.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sebagai contoh adanya istilah kampus ‘Kristen Muhammadiyah’ atau ‘Krismuha’ Universitas Pendidikan Muhammadiyah (UNIMUDA) Sorong, Papua Barat. Meski dimiliki oleh Muhammadiyah, namun 70 persen mahasiswa yang kuliah di kampus itu beragama Kristen dan Katolik,” ungkap dosen PAI dan KMD di Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) ini.
Di Papua ada empat kampus ‘Krismuha’, yakni UNIMUDA di Sorong, Universitas Muhammadiyah (UMAMIN) Sorong, Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah Manokwari, serta Universitas Muhammadiyah Jayapura.
Selain di Papua, di Nusa Tenggara Timur (NTT) ada tiga kampus ‘Krismuha’. Pertama, Universitas Muhammadiyah Kupang, STKIP Muhammadiyah Kalabahi di Alor, serta Universitas Muhammadiyah Maumere. Sementara di Sulawesi, tepatnya di Manado, ada Universitas Muhammadiyah Manado.
Kuncinya, menurut UAM (Ustadz Adi Mustofa), adalah di Muhammadiyah sesuai Surah Al-Baqarah 256 berbunyi: Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya dia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
Terkait dengan tema motivasi ke-Islaman ini, UAM memberikan tiga tips dalam meraih keberhasilan sebagai gambaran keberhasilan Muhammadiyah dalam berdakwah. Tiga tips itu, pertama, bekerja/belajar semestinya didasari ikhlas tanpa pamrih. Kedua, bekerja/belajar diniatkan ibadah karena Allah dan terakhir, belajar/bekerja dengan istiqamah, konsisten.
Acara ditutup dengan pekikan yel yang menggema bersama semangat malam itu:
“SD Almadany?”
Dijawab serempak oleh 52 siswa dengan “In tanṣurullāha yanṣurkum“, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu (Surah Muhammad 7).
Setelah kajian ke-Islaman, siswa diajak bermunajat kepada Allah dengan salat Tahajjud pada sepertiga malam. Di malam yang hening itu, tak ada yang lebih indah selain doa yang melangit, tangan yang saling menggenggam, dan hati yang bertaut dalam cinta serta harapan.
Malam Abata bukan sekadar kegiatan sekolah. Ia adalah malam penguatan jiwa, malam ketika anak-anak belajar percaya, bahwa segala usaha akan bermakna bila dimulai dan diakhiri dengan menyebut nama-Nya. (*)
Post Views: 3







