Girimu.com — Suasana belajar yang berbeda nampak di MI Islamiyah Mojopetung (MIISMO) Dukun, Gresik pada kegiatan kokurikuler yang dilaksanakan selama dua hari, Ahad-Senin (14-15/6/2026). Mengusung tema “Makanan Sehat dan Bergizi”, seluruh siswa diajak mengenal dan mengolah singkong menjadi aneka produk makanan yang kreatif dan bernilai jual.
Kegiatan ini melibatkan seluruh siswa yang dibagi menjadi tiga kelompok berdasarkan fase pembelajaran, yakni Fase A (kelas 1 dan 2), Fase B (kelas 3 dan 4), serta Fase C (kelas 5 dan 6). Pada hari pertama, siswa mendapatkan materi tentang singkong sebagai salah satu sumber pangan lokal yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar. Mereka dikenalkan dengan kandungan gizi, manfaat singkong bagi kesehatan, serta berbagai jenis makanan yang dapat dihasilkan dari bahan dasar tersebut.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tidak hanya belajar secara teori, siswa juga diajak melakukan praktik langsung dengan mengunjungi kebun yang berada tepat di belakang sekolah. Di lokasi tersebut, mereka belajar cara memanen singkong secara langsung.
Dengan penuh semangat, para siswa bersama-sama mencabut tanaman singkong yang telah siap panen. Gelak tawa dan sorak kegembiraan terdengar ketika mereka berhasil mengangkat umbi singkong dari dalam tanah. Wajah-wajah ceria terpancar saat beberapa kelompok berhasil mencabut pohon singkong berukuran besar yang membutuhkan tenaga ekstra. Pengalaman tersebut menjadi pembelajaran berharga bagi siswa untuk mengenal proses awal bahan pangan sebelum diolah menjadi makanan.
Hari kedua menjadi momen yang paling dinantikan. Setelah memperoleh bahan baku dari hasil panen, para siswa mulai berkreasi membuat berbagai produk olahan singkong sesuai ide masing-masing kelompok. Mereka mempersiapkan alat dan bahan yang telah dibawa dari rumah sejak hari sebelumnya. Proses pengolahan dimulai dari mengupas singkong, mencuci hingga bersih, memarut, mencampur bahan tambahan, hingga memasak dan menyajikannya menjadi produk yang menarik.
Salah satu kelompok dari Fase C berhasil membuat produk bernama Creamy Chocolate Cassava. Kayla Hadira Al Abrory, siswi kelas 5, dengan penuh semangat menjelaskan tahapan pembuatan produk kelompoknya.
“Kami membuat produk olahan dari singkong. Pertama kami kupas, lalu cuci bersih. Setelah itu kami parut, lalu dicampur juga dengan bahan lain seperti parutan kelapa dan garam. Setelah adonan selesai kami bentuk bulat dan diisi dengan cokelat, lalu digoreng hingga matang. Kemudian kami beri topping cokelat glaze dan keju untuk mempercantiknya,” jelas Kayla.
Sementara itu, Sakhi Shidqiyah, siswi kelas 3, mengaku sangat senang mengikuti kegiatan kokurikuler tersebut. Bersama teman-temannya, ia membuat produk Sate Singkong Pelangi dengan tampilan warna-warni yang menarik.
“Enak rasanya, sate singkongnya,” ujar Sakhi sambil tersenyum.
Melalui kegiatan kokurikuler ini, siswa tidak hanya belajar tentang kandungan dan manfaat singkong, tetapi juga memperoleh pengalaman nyata mulai dari proses panen hingga pengolahan menjadi produk makanan. Kegiatan ini sekaligus menumbuhkan kreativitas, kerja sama, serta kecintaan terhadap pemanfaatan pangan lokal sebagai potensi yang dapat dikembangkan.
Dengan konsep pembelajaran yang menyenangkan dan kontekstual, MIISMO terus berupaya menghadirkan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa, sehingga ilmu yang diperoleh tidak hanya dipahami secara teori, tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. (*)
Post Views: 189







