Tak Sekadar Menginap, Puluhan siswa SD Muri Diiajak Mengenali Arah dan Jadi Nakhoda Kehidupan Sejak Dini

- Jurnalis

Senin, 20 April 2026 - 16:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

banner 468x60

GIRIMU.COM — Suasana di SD Muhammadiyah 1 Giri Kebomas (SD Muri), Gresik, Jawa Timur terasa berbeda, Jumat (17/4/2026) malam. di balik langit yang tenang, puluhan siswa mengikuti Malam Bina Iman dan Takwa (Mabit) dengan penuh antusias. Namun, kegiatan ini bukan sekadar bermalam di sekolah. Ia menjelma menjadi ruang refleksi, pembentukan karakter, sekaligus titik awal menyalakan mimpi mereka untuk meraih masa depan.

Di antara lantunan doa dan tadarus yang mengalun khidmat, terselip satu gagasan kuat yang menjadi benang merah kegiatan: setiap anak adalah kapten bagi masa depannya sendiri.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pesan tersebut disampaikan oleh Mahfudz Efendi, yang hadir sebagai pemateri. Dengan pendekatan sederhana dan komunikatif, ia mengajak siswa membayangkan diri sebagai nakhoda kapal yang tengah mengarungi lautan kehidupan.

“Belajar itu seperti angin yang menggerakkan kapal kita,” ujar Pak Epen, sapaan akrabnya memberikan analogi.

Itu menjadi ilustrasi yang mudah dicerna, namun cukup membekas. Belajar –dalam perspektif ini– bukan lagi beban, melainkan energi penggerak menuju tujuan. Alih-alih hanya mendengar, para siswa diajak aktif membangun imajinasi. Satu per satu mulai menyebutkan cita-cita mereka. Ada yang pengen menjadi dokter, guru, tentara, hingga pengusaha. Malam itu, mimpi tidak terasa jauh; ia hadir, dekat, dan mungkin untuk digapai.

Diana Rahmania, siswi kelas 5, mengungkapkan kesan yang menggambarkan perubahan perspektifnya.

“Saya jadi ingin lebih rajin belajar supaya bisa mencapai cita-cita. Ternyata belajar itu bisa menyenangkan,” katanya dengan mata berbinar.

Hal senada disampaikan Hamdan Rafif Abrisam, siswa kelas 6. “Biasanya saya cepat bosan kalau belajar. Tapi tadi dijelaskan bisa sambil bermain, jadi saya ingin coba di rumah,” katanya.

Dampak kegiatan ini juga dirasakan para guru pendamping. Mohammad Hilmi Fahruddin menilai, Mabit bukan hanya memperkuat sisi spiritual, tetapi juga membentuk pola pikir siswa.

“Anak-anak jadi lebih sadar, bahwa belajar itu penting untuk masa depan mereka,” tandasnya.

Guru lainnya menambahkan, bahwa materi yang disampaikan relevan dengan keseharian siswa, mulai dari disiplin, manajemen waktu, hingga penggunaan gadget secara bijak. Pendekatan kontekstual ini membuat pesan lebih mudah diterima dan diterapkan.

Sepanjang kegiatan, Kepala SD Muri 2008 – 2012 ini mengenalkan konsep belajar yang lebih fleksibel dan menyenangkan. Kebiasaan sederhana, seperti membaca ulang materi, menulis kembali, berdiskusi, hingga menjaga waktu istirahat ditekankan sebagai fondasi keberhasilan jangka panjang.

Di balik proses tersebut, peran orang tua dan guru tetap menjadi faktor kunci. Mereka adalah penuntun yang menjaga arah, terutama saat anak mulai kehilangan fokus.

Menjelang larut malam, semangat peserta justru semakin terasa. Penutup kegiatan menegaskan kembali pesan inti: apa yang dipelajari hari ini adalah investasi masa depan.

Melalui Mabit, SD Muhammadiyah 1 Giri Kebomas tidak hanya menanamkan nilai iman dan takwa, tetapi juga keberanian untuk bermimpi dan konsistensi untuk mewujudkannya.

Di bawah langit malam yang hening, layar-layar kecil itu mulai terkembang, membawa para kapten muda menuju samudera kehidupan yang luas dan penuh kemungkinan. (*)

 


Post Views: 1,536

sumber berita dari girimu.com

Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow



sumber berita ini dari [kabargresik.com]

Berita Terkait

Petrokimia Gresik Gaet Gen Z Lewat Program School Lab Farming
Konten Kreator Positif, Langkah SMK Alkarimi Edukasi Siswa
Revitalisasi Satuan Pendidikan Disasar Tuntas Hingga Daerah 3T
Bimtek Guru MI Dukun: Kuasai Aplikasi Pembelajaran Digital
Karnaval Kemerdekaan Tebuwung Angkat Budaya Nusantara dan Legenda
Festival Menjadi Gresik Berakhir: Sudakah Terbaca Kebudayaan Kota
KOKAM Cerme Amankan Proses Pemakaman Ketua PCM Menganti
Gresik Utara: Jerat Tambang dan Tambak Modern Rusak Lingkungan
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 23:17 WIB

Petrokimia Gresik Gaet Gen Z Lewat Program School Lab Farming

Minggu, 6 September 2026 - 17:01 WIB

Konten Kreator Positif, Langkah SMK Alkarimi Edukasi Siswa

Sabtu, 5 September 2026 - 23:00 WIB

Revitalisasi Satuan Pendidikan Disasar Tuntas Hingga Daerah 3T

Rabu, 2 September 2026 - 22:56 WIB

Bimtek Guru MI Dukun: Kuasai Aplikasi Pembelajaran Digital

Rabu, 2 September 2026 - 04:55 WIB

Karnaval Kemerdekaan Tebuwung Angkat Budaya Nusantara dan Legenda

Berita Terbaru

Gresik

Konten Kreator Positif, Langkah SMK Alkarimi Edukasi Siswa

Minggu, 6 Sep 2026 - 17:01 WIB