Melintasi Jejak Dakwah: Gowes Santri Sambung Tali Sejarah Mbah Musthofa

- Jurnalis

Minggu, 16 Agustus 2026 - 15:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Halaman gedung timur Yayasan Pondok Pesantren Alkarimi Tebuwung Dukun Gresik, 16 Agustus 2026, riuh rendah oleh ratusan santri dan masyarakat. Mereka berkumpul untuk sebuah ziarah hidup: Gowes Napak Tilas, memperingati Haul ke-78 Musthofa bin Abdul Karim, tokoh sentral yang jejaknya mengukir sejarah dua pesantren besar di Gresik. Kegiatan ini bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan penjelajahan makna, menyusuri kembali tapak perjuangan seorang ulama penyebar ilmu.

Peserta yang memadati kawasan itu datang dari berbagai penjuru: santri Pondok Pesantren Tarbiyatut Tholabah (Tabah) Kranji, santri Pondok Pesantren Alkarimi Tebuwung, serta masyarakat umum yang tergerak mengikuti agenda tahunan ini. Raut antusiasme dan semangat perkhidmatan begitu kentara di wajah mereka, seolah siap menyerap energi dari kisah lampau.

Rangkaian acara dibuka dengan doa washilah yang ditujukan kepada para masyayikh, leluhur kedua keluarga pesantren, Pondok Tabah dan Alkarimi. Selanjutnya, pembacaan tahlil dan doa menggema, dipimpin oleh Abdul Muhshi, Pengasuh Pondok Pesantren Alkarimi, diikuti oleh sambutan dari ketua yayasan kedua pesantren yang hadir.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jauh melampaui perjalanan fisik sejauh delapan kilometer dari Pondok Pesantren Alkarimi Tebuwung menuju Pondok Pesantren Tabah Kranji, Napak Tilas ini adalah medium untuk menanamkan nilai-nilai luhur jejak perjuangan Musthofa bin Abdul Karim. Beliau adalah putra pendiri Alkarimi sekaligus perintis Pondok Pesantren Kranji. Spirit edukasi dari perjalanan ini terangkum dalam empat poin penting.

Pertama, keteguhan dan semangat dakwah. Perjuangan menempuh jarak sekitar delapan kilometer dengan sepeda onthel demi menebar ilmu agama tanpa pamrih, mengajarkan bahwa berdakwah atau berkhidmat tidak membutuhkan kemewahan, melainkan tekad yang kuat. Kedua, cinta asal dan silaturahmi lintas lembaga. Ini merupakan upaya mempererat ikatan persaudaraan antara keluarga besar Pondok Pesantren Tabah dan Pondok Pesantren Alkarimi, sebagai wujud melestarikan ukhuwah yang telah dirintis para leluhur.

Ketiga, keikhlasan dan kepatuhan ilahi. Pelajaran penting diambil dari kisah Musthofa saat mengikuti petunjuk salat istikharah untuk mendirikan Pondok Pesantren Tabah, padahal itu bukan rencana awalnya. Ini adalah edukasi untuk selalu berserah diri dan berprasangka baik pada takdir Ilahi. Keempat, kesederhanaan yang penuh berkah. Gaya hidup sederhana namun produktif yang diemban Musthofa menjadi kunci keberhasilan perjuangannya hingga kini, patut untuk diteladani.

Fathur Rahman, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Tabah, menyampaikan rasa syukurnya. “Alhamdulillah bisa istiqomah dalam penyelenggaraan Napak Tilas Mbah Musthofa di Pondok Pesantren Alkarimi,” ujarnya. Ia melanjutkan bahwa acara ini juga bagian dari silaturahmi keluarga kedua pondok, yang diharapkan membawa berkah dan barokah. “Kami setiap tahun dalam kegiatan Napak Tilas selalu ‘ngriwuk’ atau merepotkan keluarga Pondok Pesantren Alkarimi. Untuk itu, kami mewakili Pondok Pesantren Tabah ‘nyuwun pangapunten’ sebesar-besarnya. Semoga semuanya diganti oleh Allah dengan rezeki seluas-luasnya untuk Pondok Pesantren Alkarimi,” imbuhnya, penuh kerendahan hati.

Di sisi lain, Murtadlo, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Alkarimi, mengucapkan selamat datang. “Ahlan wasahlan Bikhudlurikum di Alkarimi kepada peserta Napak Tilas Pondok Kranji. Semoga silaturahim ini bisa memperkuat hubungan antar keluarga pondok pesantren,” sambutnya. Ia juga menyampaikan permohonan maaf. “Bila ada sesuatu yang kurang berkenan, baik dalam melayani, menyambut, maupun tempat kegiatan, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya. Semoga perjalanan Napak Tilas rangkaian Haul Mbah Musthofa berjalan lancar sesuai dengan harapan bersama,” harapnya.

Kebersamaan ini turut dihadiri oleh pengurus Yayasan Pondok Pesantren Alkarimi, jajaran pengurus Yayasan Pondok Pesantren Tabah, pengurus Ikbal Tabah, para Bunyai dari kedua keluarga pondok, Kepala Desa Tebuwung, serta para guru dan kepala sekolah/madrasah se-YPP Alkarimi. Pemberangkatan peserta Napak Tilas Musthofa bin Abdul Karim dipimpin langsung oleh Musfis Salam, salah satu pengasuh Pondok Pesantren Alkarimi, menandai dimulainya perjalanan spiritual dan fisik ini.

Penulis : M Syafik

Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow



sumber berita ini dari [kabargresik.com]

Berita Terkait

RUU Migas 2026 Beri Solusi Piutang dan Kedaulatan Energi
iPhone Store GKB Buka Gerai Baru, Gandeng Komunitas Lari
Musrenbang Kandangan Prioritaskan Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan
FSPPB Dorong Reintegrasi Pertamina dalam Pembahasan RUU Migas
RUU Migas dan Simulasi FSPPB: Mengapa Harga BBM Bisa Rp15.000?
Petrokimia Gresik Kembangkan GEMBALA di Delapan Kelurahan
Blog Post – 6741 – kabargresik.com
Our Story – 4178 – kabargresik.com
Tag :

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 06:17 WIB

RUU Migas 2026 Beri Solusi Piutang dan Kedaulatan Energi

Minggu, 4 Oktober 2026 - 12:16 WIB

iPhone Store GKB Buka Gerai Baru, Gandeng Komunitas Lari

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 00:13 WIB

Musrenbang Kandangan Prioritaskan Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 06:11 WIB

FSPPB Dorong Reintegrasi Pertamina dalam Pembahasan RUU Migas

Rabu, 30 September 2026 - 18:09 WIB

RUU Migas dan Simulasi FSPPB: Mengapa Harga BBM Bisa Rp15.000?

Berita Terbaru

Gresik

RUU Migas 2026 Beri Solusi Piutang dan Kedaulatan Energi

Senin, 5 Okt 2026 - 06:17 WIB

Gresik

iPhone Store GKB Buka Gerai Baru, Gandeng Komunitas Lari

Minggu, 4 Okt 2026 - 12:16 WIB