Banyuwangi, Jatim.co – Pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2026, Polresta Banyuwangi tidak hanya mengedepankan penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas dan kelengkapan kendaraan bermotor, namun juga memperkuat edukasi dan pendekatan persuasif pada pengguna jalan raya, Senin (2/11/2026).
Upaya membangun budaya tertib berlalu lintas dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan di jalan raya. Polsek Genteng, Polresta Banyuwangi melakukan langkah preventif dengan kegiatan Pendidikan Masyarakat (Dikmas) Lalu Lintas.
Kegiatan dilakukan oleh personel Subsatgas Dikmas Satgas Preemtif Operasi Patuh Semeru 2026 di kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Maron, Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi pada Sabtu, 31 Oktober 2026.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dimulai pada pukul 12.00 WIB dengan dipimpin Kanit Lantas Polsek Genteng, Ipda Suwandono dan didampingi Panit Lantas Aiptu Hasyim Ashari serta anggota Bripka Ahmad Farid. Petugas bersama-sama turun langsung menyapa masyarakat pengguna jalan.
“Dalam Operasi Patuh Semeru 2026 ini, Polri membangun kesadaran masyarakat agar semakin disiplin dan patuh terhadap aturan lalu lintas. Keselamatan menjadi prioritas utama, jangan menunggu kecelakaan dulu baru menyadari pentingnya tertib berlalu lintas,” jelas Ipda Suwandono.
Kanit Lantas Polsek Genteng, Ipda Suwandono, menambahkan keselamatan berlalu lintas harus menjadi kesadaran dan kebutuhan setiap pengguna jalan, bukan semata-mata karena takut terhadap sanksi atau kehadiran petugas.
Edukasi diberikan secara humanis melalui imbauan serta dialog langsung mengenai pentingnya mematuhi aturan lalu lintas, mengutamakan keselamatan, dan membangun perilaku berkendara yang disiplin serta bertanggung jawab.
Masyarakat diingatkan untuk selalu menggunakan helm berstandar SNI, melengkapi surat-surat kendaraan, mematuhi rambu dan marka jalan, serta memastikan seluruh perlengkapan keselamatan kendaraan dalam kondisi baik sebelum melakukan perjalanan.
Gerakan edukasi secara langsung kepada masyarakat ini menjadi salah satu langkah strategis untuk menumbuhkan kesadaran kolektif dalam menciptakan lingkungan lalu lintas yang aman dan tertib. Selain itu juga diselipkan pesan-pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
“Kami mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif menjaga situasi lingkungan serta mendukung terciptanya keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcar Lantas),” tegasnya kembali.
Kegiatan ini juga sekaligus menjadi bagian dari strategi preemtif dan preventif Kepolisian, untuk menekan angka pelanggaran sekaligus meminimalkan risiko kecelakaan lalu lintas, serta membangun hubungan lebih dekat antara kepolisian dengan masyarakat.
Pendekatan humanis, persuasif, dan dialogis diharapkan dapat membawa keberhasilan menciptakan lalu lintas yang aman tidak hanya bergantung pada pengawasan petugas, tetapi juga membutuhkan kesadaran, kedisiplinan, serta tanggung jawab seluruh pengguna jalan.
Dengan edukasi berkelanjutan dalam Operasi Patuh Semeru 2026, masyarakat semakin memahami bahwa setiap pelanggaran memiliki risiko dan setiap perjalanan membutuhkan kehati-hatian.Tertib berlalu lintas merupakan bentuk tanggung bersama antar pengguna jalan dan petugas.
Melalui Operasi Patuh Semeru 2026, Polsek Genteng berupaya membangun budaya tertib lalu lintas dan mewujudkan situasi Kamseltibcar Lantas yang aman, lancar, dan kondusif di wilayah Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi. (riz)






