Mengintip Sekolah Rakyat Gresik: Dari Pujian Khofifah hingga Perang Melawan Perundungan

- Jurnalis

Minggu, 2 Agustus 2026 - 08:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur, melayangkan pujian setinggi langit saat meninjau Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) Permanen Kabupaten Gresik, Sabtu (1/8/2026). Tak hanya memuji konsep pendidikan terpadu yang dinilainya “sangat convenient”, Khofifah juga menitipkan pesan penting: jangan ada perundungan di lingkungan sekolah.

SRT yang berdiri di atas lahan 6,5 hektare di Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu, ini memang bukan sekolah biasa. Dengan kapasitas 405 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA, ditambah 60 siswa titipan dari Lamongan dan 75 siswa dari SRMA 37 Gresik, sekolah ini menawarkan pola pengasuhan terintegrasi yang disebutnya mampu membentuk karakter.

Khofifah menyoroti keunikan fasilitas yang menyatukan berbagai jenjang pendidikan dalam satu kawasan. “Di mana ada sekolah swasta maupun negeri, SD, SMP, SMA dengan aula seluas ini? Menurut saya sangat convenient,” ujarnya, mengakui bahwa mencari institusi serupa adalah pekerjaan sulit. Ia juga kagum pada sistem laporan dari “kakak wali kelas” yang dianggapnya efektif membangun kedisiplinan. “Secara konsep ini luar biasa,” katanya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, di balik segala apresiasi itu, Khofifah tak lupa menyematkan peringatan keras. Ia secara khusus meminta kepala sekolah untuk menjaga agar tidak ada insiden perundungan. “Anak-anak SD kelas satu ini kan cenderung menerima, masih powerless, itu yang membutuhkan pendampingan,” tegasnya.

Sebagai langkah konkret, Khofifah meminta pihak sekolah menghadirkan psikolog secara berkala, minimal sebulan sekali. Pendampingan ini diharapkan mampu memantau kondisi mental para siswa, terutama di jenjang SD, yang kebutuhannya berbeda dengan siswa SMP atau SMA.

Bagi Khofifah, pemerataan akses pendidikan berkualitas dan ramah anak adalah senjata paling ampuh untuk mengangkat harkat masyarakat. “Saya rasa inilah cara paling efektif di dunia untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan,” ujarnya mantap.

Di akhir kunjungan, Khofifah mencairkan suasana. Ia mengajak ratusan siswa mengibarkan bendera Merah Putih sembari melantunkan lagu kebangsaan. Sebuah gestur yang diharapkan dapat menumbuhkan semangat nasionalisme di tengah anak-anak SRT Gresik.

Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow



sumber berita ini dari [kabargresik.com]

Berita Terkait

Ketika ceramah Ustadz kalah lawan scroll Sosmed
Panen Perdana Mina Padi bersama Ketua DPRD Gresik : Petambak Gresik Panen Cuan Dobel
Anak Mengare Mimpi Jadi Dokter: Sekolah Rakyat Beroperasi, Janji Akses Pendidikan Merata
Gresik Bertabuh Genderang Perang Narkoba: Muslimat NU Bergerak Bersama BNN
Gresik di Persimpangan: Ketika Identitas Santri Digerus Industrialisasi
Pajak Gresik Tembus Rp590 Miliar, Bupati Dorong Taat Pajak
Kurikulum SMAMIO Integrasikan Al-Islam, Prestasi Akademik, dan Kompetensi Global
Spirit Hijaukan Bumi, Kader Lingkungan Sekolah/Madrasah Muhammadiyah Gresik Rapatkan Saf di Lembah Giri
Tag :

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 02:56 WIB

Ketika ceramah Ustadz kalah lawan scroll Sosmed

Minggu, 2 Agustus 2026 - 08:50 WIB

Mengintip Sekolah Rakyat Gresik: Dari Pujian Khofifah hingga Perang Melawan Perundungan

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 14:48 WIB

Panen Perdana Mina Padi bersama Ketua DPRD Gresik : Petambak Gresik Panen Cuan Dobel

Jumat, 31 Juli 2026 - 20:46 WIB

Anak Mengare Mimpi Jadi Dokter: Sekolah Rakyat Beroperasi, Janji Akses Pendidikan Merata

Jumat, 31 Juli 2026 - 02:44 WIB

Gresik Bertabuh Genderang Perang Narkoba: Muslimat NU Bergerak Bersama BNN

Berita Terbaru

Gresik

Ketika ceramah Ustadz kalah lawan scroll Sosmed

Senin, 3 Agu 2026 - 02:56 WIB