Perguruan Muhammadiyah Mojopetung, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik, sukses menggelar Silaturahmi dan Tasyakuran Kelulusan Siswa-Siswi Tahun Ajaran 2025–2026, Sabtu (20/6/2026).
Kegiatan bertema Membangun Generasi Qur’ani: Pilar Masa Depan Bangsa itu berlangsung sejak pagi hingga malam hari. Acara ini menjadi momen istimewa bagi siswa, wali murid, guru, dan masyarakat sekitar untuk merayakan kelulusan peserta didik.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Rangkaian acara pagi dibuka dengan berbagai penampilan peserta didik. Mereka menampilkan Tari Padang Bulan, Tari Cing Cangkeling, Tari Rampak, pidato perpisahan, nasyid, dan tari daerah.
Setelah itu, panitia melanjutkan acara dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Sang Surya, serta sambutan dari sejumlah pihak.
Sambutan disampaikan oleh perwakilan wisudawan, wali wisudawan, Majelis Dikdasmen dan PNF PCM Dukun, serta Kepala Desa Mojopetung.
Puncak acara pagi berlangsung khidmat melalui prosesi wisuda. Para wisudawan menerima penghargaan atas keberhasilan mereka menyelesaikan pendidikan di Perguruan Muhammadiyah Mojopetung.
Panitia juga mengumumkan peringkat kelas sebagai bentuk apresiasi terhadap prestasi akademik siswa selama menempuh pendidikan.
Memasuki siang hari, suasana semakin semarak dengan penampilan dua grup drumband. Kedua grup tersebut membuka rangkaian kirab Akhirussanah.
Dua grup drumband itu adalah GARDA atau Gema Laskar Pemuda Muhammadiyah Mojopetung dan Harmoni Surya Nada PRPM Wotan, Panceng, Gresik.
Para peserta mengikuti kirab dengan tertib dan penuh semangat. Mereka menunjukkan kekompakan serta kebanggaan sebagai bagian dari keluarga besar Perguruan Muhammadiyah Mojopetung.
Kegiatan kirab ditutup dengan display kolaborasi dua drumband di halaman Masjid Al Muhajirin Mojopetung. Penampilan tersebut memukau masyarakat yang menyaksikan acara.
Pada malam hari, panitia melanjutkan kegiatan dengan pengajian keluarga besar Perguruan Muhammadiyah Mojopetung.
Acara malam diawali penampilan siswa MTs Muhammadiyah 10 Mojopetung dan Pondok Pesantren Ulul Albab. Mereka membawakan Tari Ratoh Jaroe, Tapak Suci, dan drama.
Acara inti dimulai dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, serta sambutan dari Pimpinan Ranting Muhammadiyah Mojopetung dan Kepala Desa Mojopetung.
Selanjutnya, panitia membacakan berbagai prestasi akademik dan nonakademik yang diraih siswa maupun lembaga selama satu tahun terakhir.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, para hadirin mengikuti pengajian yang disampaikan Ustadz Masro’in Assafani, Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lamongan.
Dalam tausiyahnya, Masro’in menyampaikan pentingnya membangun generasi yang berilmu dan berakhlak. Ia juga menekankan peran strategis guru sebagai teladan bagi peserta didik.
“Jangan mudah mengeluh dalam mendidik anak-anak. Jadilah guru yang mampu memberikan contoh yang baik, karena pendidikan yang paling berpengaruh adalah keteladanan,” pesannya.
Menurut Masro’in, kesabaran, keikhlasan, dan konsistensi dalam mendidik menjadi kunci untuk membentuk generasi unggul dan berkarakter Islami.
Rangkaian acara berakhir dengan penuh rasa syukur. Para lulusan diharapkan mampu menjadi generasi Qur’ani yang berilmu, berakhlak, dan berkontribusi positif bagi agama, bangsa, serta masyarakat.
Kegiatan Akhirussanah Tahun Ajaran 2025–2026 ini menjadi bukti komitmen Perguruan Muhammadiyah Mojopetung dalam mencetak generasi unggul berbasis nilai Islam dan semangat kemuhammadiyahan.
Seluruh rangkaian acara berlangsung lancar, tertib, dan penuh kebersamaan. Kegiatan ini juga meninggalkan kesan mendalam bagi peserta dan tamu undangan.
Post Views: 610







