Kajian Spesial Milad ke-25 Spemdalas Hadirkan Imam Besar Masjid Nasional Al Akbar Surabaya

- Jurnalis

Jumat, 5 Juni 2026 - 11:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

banner 468x60

Girimu.com — Dalam rangka memeringati Milad ke-25 SMP Muhammadiyah 12 GKB (Spemdalas) Gresik, Ikatan Wali Murid (Ikwam) Spemdalas menyelenggarakan Kajian Islam pada Kamis (4/6/2026). Kajian yang bertempat di Masjid Taqwa Spemdalas ini menghadirkan Dr Ahmad Muzakky Al-Hafidz, MAg, Imam Besar Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, sebagai pemateri utama. Kegiatan ini diikuti dengan antusias oleh para wali murid dan undangan dari perwakilan Ikwam dari beberapa sekolah mitra Spemdalas.

Dalam Kajian yang bertema “Remaja dan Ujian Zaman: Bekal Iman dari Keluarga” ini, Kepala Spemdalas Yugo Triwanto, MSi, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada Ikwam yang telah memfasilitasi kegiatan penuh manfaat tersebut. Menurutnya, kajian ini menjadi pengingat bagi para orang tua dan pendidik bahwa anak merupakan amanah dari Allah SWT. yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Menjadi seorang guru yang digugu dan ditiru memang tidak mudah. Dibutuhkan perjuangan dan keteladanan yang terus-menerus agar dapat menjadi contoh yang baik bagi murid. Oleh sebab itu diperlukan sinergi yang baik antara guru dan orang tua. Sebagai orang tua, kita perlu menyadari bahwa ada manusia yang dititipkan Allah kepada kita dan suatu saat kita akan dimintai pertanggungjawaban atas amanah tersebut. Semoga melalui kajian ini kita mendapatkan jalan untuk mendidik anak-anak menjadi pribadi yang sholeh dan sholihah, yang kelak senantiasa mendoakan orang tuanya,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan Ketua Ikwam Spemdalas, Durrotul Hasanah, SHI, mengajak seluruh peserta untuk membuka hati seluas-luasnya dalam menerima hikmah yang disampaikan pemateri.

“Marilah kita membuka hati kita seluas-luasnya untuk mendapatkan hikmah. Dengan hikmah tersebut kita berharap putra-putri kita sukses tidak hanya di dunia, namun juga di akhirat. Kami selaku panitia mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kehadiran seluruh peserta. Semoga kegiatan ini dapat membawa perubahan positif bagi diri kita semua,” tuturnya.

Sementara dalam kajiannya, Dr Muzakky menekankan pentingnya mendidik anak sebagai investasi.

“Saat ini kita masih bisa mengaji dan melaksanakan salat. Namun ketika kita meninggal dunia, amalan tersebut terputus. Akan tetapi, ketika anak-anak kita tetap menjalankan salat, mengaji, dan berbuat kebaikan, maka pahalanya akan terus mengalir kepada orang tuanya. Inilah sebaik-baiknya investasi,” jelasnya.

Menurutnya, makna panjang umur yang sesungguhnya bukan hanya usia yang panjang secara fisik, melainkan keberlanjutan amal dan pahala yang terus mengalir melalui generasi penerus yang saleh. Lebih lanjut, ia menjelaskan, rasa cinta kepada anak merupakan fitrah yang diberikan Allah kepada setiap orang tua. Cinta tersebut harus diwujudkan dalam bentuk pendidikan, perhatian, dan pembiasaan ibadah sejak dini.

“Cinta kepada anak adalah embrio untuk mengembangkan mereka menjadi pribadi yang positif. Salah satu bentuk cinta orang tua adalah membangunkan anak untuk melaksanakan salat dan membimbing mereka menuju kebaikan,” ungkapnya.

Dr Muzakki juga menegaskan, bahwa mendidik anak sejatinya adalah proses mendidik diri sendiri sebagai orang tua. Anak-anak akan lebih mudah meneladani perilaku dibandingkan hanya mendengarkan nasihat.

“Secara sunatullah, anak yang baik dan saleh lahir dari orang tua yang berusaha menjadi baik dan saleh. Kesalihan tersebut nampak dari akhlak, sedangkan akhlak itu tampak dalam tutur kata dan perilaku sehari-hari,” tuturnya.

Ia mengingatkan pentingnya menjaga hati dari rasa benci. Menurutnya, setiap peristiwa yang terjadi dalam kehidupan merupakan bagian dari takdir Allah yang harus disikapi dengan bijaksana dan penuh keikhlasan.

Menjelang akhir kajian, Dr Muzakki merangkum beberapa karakter utama yang perlu dimiliki orang tua dalam mendidik anak, yaitu memiliki hati yang bersih, gemar bersedekah dan berbagi, serta senantiasa mendoakan anak-anaknya.

“Jadilah pribadi yang berhati bersih, suka berbagi, dan tidak pernah lelah berdoa kepada Allah. Doa adalah senjata orang mukmin yang sangat kuat dalam membentuk masa depan anak-anak kita,” pesannya. (*)

 


Post Views: 1,428

sumber berita dari girimu.com

Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow



sumber berita ini dari [kabargresik.com]

Berita Terkait

Neisya Yumna Juara 2 Lomba Bercerita HAN Wringinanom
32 Siswa MIISMO Raih Medali IKMC 2026
DPRD Gresik Dukung Penguatan Anggaran JPD Rusak
Ini 5 Pejabat Eselon 2 Pemkab Gresik dengan Harta Terendah
Pejabat Eselon 2 Gresik Terkaya, Hartanya Capai Rp20 Miliar
KWGe Bagikan Daging Kurban ke Warga Gresik
APBD Gresik 2026 Susut Rp539 M, Proyek Fisik Terancam
Daun Jati Pengganti Plastik: Idul Adha ‘Hijau’ Muhammadiyah Dan Aisyiyah Mojopetung Memikat Warga
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 11:53 WIB

Kajian Spesial Milad ke-25 Spemdalas Hadirkan Imam Besar Masjid Nasional Al Akbar Surabaya

Kamis, 4 Juni 2026 - 17:50 WIB

Neisya Yumna Juara 2 Lomba Bercerita HAN Wringinanom

Rabu, 3 Juni 2026 - 23:50 WIB

32 Siswa MIISMO Raih Medali IKMC 2026

Rabu, 3 Juni 2026 - 05:45 WIB

DPRD Gresik Dukung Penguatan Anggaran JPD Rusak

Selasa, 2 Juni 2026 - 11:44 WIB

Ini 5 Pejabat Eselon 2 Pemkab Gresik dengan Harta Terendah

Berita Terbaru

Gresik

Neisya Yumna Juara 2 Lomba Bercerita HAN Wringinanom

Kamis, 4 Jun 2026 - 17:50 WIB

Gresik

32 Siswa MIISMO Raih Medali IKMC 2026

Rabu, 3 Jun 2026 - 23:50 WIB

Gresik

DPRD Gresik Dukung Penguatan Anggaran JPD Rusak

Rabu, 3 Jun 2026 - 05:45 WIB

Gresik

Ini 5 Pejabat Eselon 2 Pemkab Gresik dengan Harta Terendah

Selasa, 2 Jun 2026 - 11:44 WIB