Pagi itu, lumpur dan eceng gondok di saluran irigasi Desa Tebalo, Manyar, Gresik, mendadak jadi medan pertempuran tak biasa. Bukan hanya para aktivis mahasiswa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Atas Langit Daruttaqwa yang berpeluh, tapi juga Ketua DPRD Gresik Muhammad Syahrul Munir, ikut berjibaku, bahu membahu mengeruk sedimen dan memangkas semak belukar. Sebuah pemandangan langka: politikus dan mahasiswa bersatu membersihkan nadi pertanian yang selama ini tercekik gulma.
Sejak pagi, kader-kader PMII Atas Langit Daruttaqwa, mengenakan almamater biru-kuning kebanggaan mereka, tak canggung berpadu dengan sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Gresik. Mereka bersama-sama membersihkan saluran irigasi yang mengepung Desa Tebalo, membuka sumbatan agar air dapat mengalir lancar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Aksi bersih-bersih ini turut diikuti perwakilan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gresik, Camat Manyar Hendriawan Susilo, perangkat Desa Tebalo, Kamtibmas dan Babinsa Desa Tebalo. Organisasi Gresik Putra Madura Bersatu, serta peserta Pelatihan Kader Dasar (PKD) ke-5 PK PMII Atas Langit Daruttaqwa Gresik juga tak ketinggalan ikut serta.
Menurut Hadi Khoirur Roziqin, Ketua PK PMII Atas Langit Daruttaqwa, kegiatan ini bukan sekadar kerja bakti biasa. “Ini manifestasi dari teologi lingkungan yang menuntut kader tidak hanya cakap berwacana di ruang diskusi, namun juga peka dan hadir memberikan solusi nyata atas problem ekologis di akar rumput,” ujarnya. Hadi menambahkan, mereka memegang teguh nilai “menjaga hubungan harmonis dengan alam (hablum minal ‘alam)”, mengajak peserta PKD ke-5 terjun langsung ke masyarakat.
Kegiatan ini, kata Hadi, juga bertujuan memastikan kelancaran distribusi air, terutama saat musim penghujan. Lebih dari itu, ia berharap aksi ini jadi momentum edukasi bagi warga tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. “Harapan kami, aksi ini dapat menjadi edukasi bagi masyarakat agar senantiasa menjaga lingkungan dan kebersihan. Agar kita semua bisa hidup sehat dan terhindar dari bencana alam,” jelasnya pada Sabtu, 22 Mei 2026.
Muhammad Syahrul Munir, Ketua DPRD Gresik, tak sungkan melontarkan apresiasi. Ia memuji inisiatif kader PMII Atas Langit Daruttaqwa yang peduli lingkungan, khususnya dalam membersihkan eceng gondok di irigasi Desa Tebalo. “Aksi bersih-bersih ini termasuk kritik yang membangun untuk pemerintahan di Kabupaten Gresik. Saya berharap pandangan-pandangan terhadap kelestarian dan kebersihan lingkungan seperti ini tidak berhenti dan akan terus berlanjut,” kata Syahrul.
Politisi muda itu menegaskan, kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Tanpa peran aktif semua pihak, kelestarian dan ekosistem perairan sulit tercapai. “Kebersihan lingkungan bukan tanggung jawab petugas kebersihan, melainkan tanggung jawab kita sebagai makhluk produsen dan konsumen,” terangnya.
Senada dengan Syahrul, Camat Manyar Hendriawan Susilo menilai gerakan peduli lingkungan yang digagas PMII ini adalah solusi konkret. “Ini sebuah gerakan positif yang mendorong kita untuk peduli pada lingkungan. Aksi ini bukan hanya sekedar kritikan biasa akan tetapi memberikan sebuah solusi konkret untuk menyelesaikan sebuah permasalahan irigasi di wilayah Kecamatan Manyar,” kata Hendriawan, sambil menyatakan dukungannya untuk kegiatan PKD ke-5 PMII Atas Langit Daruttaqwa ini.
Di penghujung kegiatan, Dafa Abie Almadhani, Ketua Umum Pengurus Cabang PMII Gresik, berharap gerakan peduli lingkungan ini menjadi budaya bersama. “Kami gerakan peduli lingkungan ini menjadi budaya bersama, terutama di tengah meningkatnya persoalan ekologis di daerah industri seperti di Kabupaten Gresik,” pungkasnya, berharap ekosistem tetap terjaga dan bermanfaat bagi generasi mendatang.





