Berita DaerahTuban

Wartel Video Call Fasilitas Baru Lapas Tuban

Jatim.co Tuban- Komando Distrik Militer (Kodim) 0811 Tuban, Jawa Timur berjanji bakal mengawasi peredaran pupuk mulai tingkat hulu sampai hilir. Upaya tersebut untuk mencegah distributor maupun kios pupuk mempermainkan harga yang berujung merugikan petani.

 

“Distributor maupun pemilik kios harus mematuhi aturan penjualan pupuk bersubsidi,” ujar Komandan Kodim (Dandim) 0811/Tuban, Letkol Inf Sarwo Supriyo, kepada Jatim.co, usai rapat koordinasi distribusi pupuk bersubsidi dan penandatanganan Surat Perjanjian Jual Beli (SPJB) kios resmi tahun 2017 se Kabupaten Tuban, di aula pertemuan Makodim Tuban, Kamis (09/2/2017).

 

Apabila distributor maupun kios pupuk bersubsidi ketahuan menjual pupuk tidak sesuai dengan ketentuan. Otomatis akan kita tindak dengan tegas. Bahkan tidak segan akan berkoordinasi dengan pemerintah untuk mencabut ijin oprasionalnya.

 

Untuk itu, Sarwo meminta kepada masyarakat untuk segera melaporkan jika ada distributor atau kios pupuk berbuat nakal. Setelah rapat kali ini, anggota TNI akan melakukan pengawasan dan pengawalan peredaran pupuk bersubsidi mulai dari gudang, distributor, kios, sampai ke petani.

 

Pengawalan tersebut untuk memantau ketepatan pupuk bersubsidi. Mulai tepat jumlahnya, tepat jenisnya, tepat peruntukannya, tepat tempatnya, tepat mutu, dan tepat harganya.

 

”Distributor pupuk bersubsidi jika mau mengirim pupuk ke kios-kios saya berharap berkomunikasi dengan Danramil setempat terlebih dahulu,” imbuhnya.

 

Lebih dari itu, pihaknya juga menghimbau kepada semua Babinsa untuk melakukan pengawasan distribusi pupuk sampai dengan ke tangan petani. Ketersedian pupuk ini diharapkan dapat meningkatkan produktifitas dan hasil panen petani.

 

“Hal ini mendukung terwujudnya swasembada pangan di Indonesia,” jelasnya.

 

Ditegaskan pula, pihaknya tidak ingin pada tahun 2017 mendengar lagi ada kios pupuk bersubsi yang menjual kepada para petani jauh diatas Harga Eceran Tertinggi (HET).

 

Perlu diketahui, realisasi pupuk tahun 2016 sekira 123.190 ton, sedangkan rencana penyaluran tahun ini hanya 103.952 ton. Ada selisih 11.238 ton pupuk untuk tahun 2017 dan 2016. (Rochim/J1)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close