Kolom Mas Tiko

Turunkan Penumpang Atau Ganti Mobil

Kolom Mas Tiko

Rabo pagi jalanan di Jl Pemuda Sidayu Gresik sagatlah padat, jalan Deandeles ini sering macet karena banyak ruas jalan yang diperbaiki, jalan peninggalan Belanda itu sudah mulai menua sama dengan sekolah yang ada dinomor 65. bukan bangunannya yang tua, tapi sekolah itu sudah 60 tahun berdiri.

Saat saya singgah disekolah itu bangunannya memang berarsitektur modern dan minimlis. Ruang guru, kepala sekolah dan ruang konseling siswa hanya dibatasi sekat kayu.

Saya masuk ke sekolah bersama seorang alumni sekolah ini. Sekolah yang sudah banyak melahirkan putra-putri terbaik bangsa ini, walau mereka bukan tokoh yang biasa berseliweran di jagat media. namun alumni sekolah ini sudah banyak berkiprah untuk bangsa dan agamanya.
Saya duduk di kursi tamu yang jaraknya hanya semeter dengan deretan meja guru.

Saya utarakan tujuan saya ke sekolah tersebut, bahwa saya ingin membantu sekolah ini untuk menjadi sekolah rujukan bagi siswa setelah keluar dari Madrasah Tsanawiyah atau Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Banyak orang ketika keinginan saya utarakan, mencibir karena banyak hal.
Pertama, saya tidak punya hubungan apa-apa baik Alumni maupun histortis, karena saya memang tidak pernah sekolah di sekolah itu.
Kedua, banyak teman saya bilang kalau saya mencari susah saja, karena membantu sekolah yang saat ini banyak dikatakan sebagai sekolah sekarat.
Ketiga, Saya bukanlah seorang guru/pengajar sehingga tidaklah mungkin memahami model pendidikan yang ada.
Keempat, tidaklah mungkin saya akan dibayar untuk membantu sekolah yang sudah sekarat tersebut.

Atas pertanyaan yang muncul tersebut saya jelaskan baik kepada kepala sekolah maupun kepada teman-teman saya yang pernah bertanya atas keinginan saya ini.
Bahwa keinginan saya untuk membantu sekolah ini sudah sekitar 7 tahun lalu, saat saya mengalami kecelaka-an dan belum bisa beraktifitas diluar, saat itu saya menghabiskan waktu hanya didepan Laptop dan menyalurkan lamunan saya dalam tulisan dan satu diantara lamunan saya adalah pengen membantu sekolah tertua di Sidayu Gresik tersebut untuk menjadi sekolah kader.
Saya memang tidak punya latarbelakang pendidikan sebagai pendidik, saya hanyalah sarjana Ushuluddin perbandingan Agama yang berprofesi sebagai jurnalis, namun saya pernah mempunyai lembaga pendidikan kursus bahasa Inggris dan Matematika selama 9 tahun, saya juga sering berkunjung ke sekolah-sekolah baik yang maju maupun sekolah yang tutup, bagi saya cukup sebagai modal untuk membantu sekolah ini.
Saya juga tidak meminta bayaran untuk membantu sekolaha ini, karena saya juga membantu sekolah didaerah lain juga tidak meminta bayaran.
Pikiran saya simpel, kenapa saya mau bantu sekolah diluar daerah sementara ada sekolah yang banyak orang mengatakan sekolah “sekarat” tidak saya bantu.

Saya hanya mencoba mendorong berputarnya roda agar lajunya lebih cepat, karena roda milik orang lain sudah sangat cepat.

Turunkan Penumpang Apa Ganti Mobil

Ya, turunkan penumpang apa ganti mobil, itulah pilihan yang harus diambil. Ibarat mobil, Sekolah ini telah bermuatan anak-anak yang banyak tingkahnya karena mengikuti gerakan mobil yang sering zigzag sehingga mobil sering mengalami oleng, sementara itu roda mobil sendiri sudah tidak lagi tampak gerusan batiknya dan sasis mobil juga sudah mulai korosi sehingga sering mogok dan sangat dikhawatirkan bisa patah sasis.

Kalau pilihan kepala sekolah waktu itu adalah bagaimna membenahi siswa yang sering bolos, tidur dikelas, melawan, berkosmetik menor, berubah menjadi siswa yang rajin belajar, tidak telat, tidak tidur dikelas dan tidak melawan guru.
Saya tawarkan solusi untuk membenahi peyelenggara pedidikannya, baik kepala sekolah, guru, tenaga tata usaha sampai tukang sapu.
Awalnya memang tidak mau karena masih percaya bahwa yang bikin sekolah ini tidak maju adalah input siswa, bukan penyelenggara pendidikannya.

Saya melalukan pertemuan langsung dengan pihak Guru, kepala sekolah dan siswa. hasilnya memang sekolah ini sudah waktunya untuk melakukan revolusi dalam pengelolaan. Kepala sekolah sudah tidak lagi punya trobosan yang bisa mengangkat sekolah ini, guru yang ada kebanyakan adalah guru perempuan dan mereka ketika saya minta satu persatu untuk mengutarakan upaya yang sudah dilakukan agar sekolah ini bisa kembali jaya, 99% mengatakan kalau mereka sudah berupaya untuk meningkatkan kwalitas siswa dengan cara memberikan jam pelajaran tambahan saat akan memasuki ujian. Mereka tidak menyadari input yang lemah.

Saat saya dialog dengan siswa, saya mendapatkan jawaban yang sangat mengagetkan, para siswa ini ternyata merindukan guru laki-laki yang bisa membimbing dia disaat jam pelajaran sekolah, mereka, para siswa ini merindukan sosok bapak disekolah. karena sekolah ini hanya mempunyai 4 guru laki-laki yang kesemuanya bukanlah guru tetap yang setiap hari ada disekolah. Mereka datang disekolah saat jam mengajar saja.

Input dari siswa yang ada disekolah ini juga sangat rendah baik kwalitas keilmuan maupun ahlak. sekolah ini menerima anak-anak yang tidak diterima dari sekolah negeri, anaknya orang tidak mampu secara ekonomi dan anak pindahan dari sekolah lain yang bermasalah, ada juga anak yang beranggapan bahwa sekolah disini lebih bebas. Tapi ada juga anak-anak yang sekolah disini mereka memang ingin menjadi baik dengan kwalitas yang lumayan, baik dorongan diri sendiri maupun orang tua yang masih melihat sekolah ini yang pernah mencetak tokoh-tokoh pergerakan, input model yang terakhir ini tidak lebih dari 20 persen.

Yang menarik adalah, saat saya bertanya kepada semua penyelenggara sekolah ini, apakah mereka setiap hari berdoa agar sekolah ini bisa lebih baik, semua menjawab dengan jawaban yang sama “tidak pernah berdoa secara khusus agar sekolah ini menjadi lebih baik, maju dan banyak siswanya”. mereka hanya berdoa saat siswa akan mengikuti ujian nasional atau ujian-ujian lainnya.

saya bergumam, minta sama Tuhan saja tidak, apa mungkin perubahan itu terjadi. Kepala sekolah dan guru-guru yang ada terjebak dalam rutinitas yang tiada ujung, mengajar, membuat laporan hasil belajar. mereka lupa bahwa semua keinginan itu bisa terwujud atas kehendak Tuhan, bukan kerja keras kita.

Bagaimana agar keinginan – keinginan kita bisa terwujud, mintalah dengan sungguh-sungguh kepada Tuhanmu. kalau dalam agama Islam yang saya anut, diajarkan meminta sesuatu hanya kepada Tuhan, dan Tuhan juga menjamin akan memberikan apa yang diminta tersebut dari banyak jalan, bukan hanya dari satu jalan.

Sayangnya kita sering mempercayai ajaran tersebut hanya diluarnya saja, mengimani hanya dimulut-mulut kita sementara hati kita menolak, jarang kita bersungguh-sungguh untuk memintanya. Kita masih berfikir dengan nalar, bahwa rezeki (siswa banyak, pendapatan lebih) itu hanya bisa dilakukan dengan upaya-upaya keduniawian saja. Padahal rezeki kita itu adalah hak Tuhan.

Saya memberikan saran kepada penyelenggara sekolah ini untuk berhenti membuat dosa di sekolah, meraka awalnya protes disebut pembuat dosa. kemudian saya jelaskan dosa-dosa penyelenggara sekolah yang selalu direproduksi diantaranya mengajar tidak tepat waktu, meninggalkan ruang kelas saat mengajar, guru yang tidak mengupgrade ilmu. Menganggap siswa sebagai obyek pendidikan, karena dosa-dosa inilah yang juga bisa menutup masuknya rezeki (siswa) disekolah tersebut. Saya juga berharap Kepala sekolah dan guru-guru yang ada untuk mengaca diri sebenarnya pantaskah saya berada di sekolah ini. Kalau tidak pantas apakah saya keluar dari sekolah ini atau saya harus membenahi diri sendiri agar bisa pantas di sekolah ini.

karena ada beberapa guru ketika saya tawarkan revolusi (percepatan) sekolah ada yang terang-terangan menolak karena tidak sanggung mengikuti percepatan dengan bermacam dalih. Saya tawarkan pendampingan selam satu tahun apabila sekolah ini mau melakukan revolusi disekolahnya. Tetapi kalau perubahannya secara persial maka saya menarik diri karena dalam analisa saya sekolah ini sudah tidak layak untuk dekembangkan dengan cara biasa. Terlalu berat penyelenggara pendidikan ini membawa nama sekolah yang melegenda. (Akhmad Sutikhon, Founder kabargresik.com)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Close