Berita DaerahSurabaya

Timses Khofifah : Tidak Memilih Khofifah Mengkhianati Allah Dan Rasulullah

jatim.co Surabaya – Para kiai dan ulama yang mendukung pasangan Calon Gubernur Khofifah Indar Parawansa dan Cawagub Emil Dardak menyebar ”surat sakti” melalui jaringan relawan santri dan kiai. Surat itu akan dikirim ke rumah-rumah warga.

”Surat sakti” yang dimaksud adalah fatwa seruan dan fatwa Fardhu Ain masyayikh Madura No. 1/SFMM/V/2018 tanggal 15 Mei 2018 di Karongan Sampang Madura yang menyerukan dan menfatwakan Fardhu Ain bagi seluruh masyarakat Jatim untuk memilih pasangan Khofifah-Emil pada Pilgub Jatim mendatang.

Penguatan fatwa Fardhu Ain itu juga dilaksanakan di Ponpes Amanatul Ummah Bendunganjati Pacet Mojokerto dihadiri sekitar 380 kiai dari seluruh Jatim, Minggu (3/6/2018).

Pengasuh Ponpes Amanatul Ummah, KH Asep Saifuddin Chalim selaku tuan rumah dan inisiator mengatakan bahwa alasan Fardhu Ain memilih Khofifah-Emil itu ada tiga. Pertama, yaitu jujur dan dapat dipercaya. Kedua, makrifatul haq dan Ketiga, iqomatul haq. “Khofifah-Emil memiliki program yang dapat mensejahterahkan rakyat Jatim dan mampu direalisasikan secara nyata,” ujar kiai Asep.

Kemudian dari sisi rekam jejak, lanjut kiai Asep, pasangan Khofifah-Emil juga lebih baik daripada Gus Ipul-Puti. Hal itu terlihat dalam debat kandidat 10 April dan 8 Mei lalu.

KH Asep menegaskan bahwa orang yang memilih Gus Ipul-Puti, padahal ada yang lebih baik menurut KH Asep, yaitu Khofifah, maka orang itu sama saja telah mengkhianati Allah dan Rasulullah.

“Barangsiapa yang memilih seorang pemimpin diantara yang dipimpinnya adalah orang-orang muslim dia tahu bahwa ada orang lain yang tidak dia pilih lebih baik dari yang dia pilih, maka sungguh dia berkhianat kepada Allah, kepada RasulNya dan kepada orang-orang muslim,” ujar kiai Asep mengutip kitab Albujairimi Alal Khotib jilid 4 hal 318.

Untuk meluaskan jangkauan dan efektivitas fatwa Fardhu Ain ini, kata kiai Asep pihaknya akan menggandakan dan menyebarluaskan fatwa ini ke seluruh masyarakat Jatim supaya mereka dapat hidayah dan mau memilih Khofifah-Emil pada 27 Juni mendatang.

“Orang yang menyarankan memilih Gus Ipul itu tidak boleh diikuti, sebab mereka sudah berkhianat kepada Allah dan Rasulnya,” imbuhnya.

Senada, Khofifah Indar Parawansa mengaku bahwa fatwa Fardhu Ain itu awalnya hanya muncul di Madura dan sangat efektif. Karena itu, kiai-kiai Madura konsultasi melalui Kiai Asep supaya fatwa tersebut diperluas.

“Teknisnya biar nanti akan disebarluaskan oleh elemen santri dan kiai, sehingga dapat menambah penguatan setelah melakukan ikhtiar lahir dan batin untuk penguatan penghantaran pemenangan Khofifah-Emil di Pilgub,” kata Khofifah.

Ia juga berharap selain menyebarkan fatwa Fardhu Ain, para kiai juga mau menyebarkan atribut, stiker dan spanduk di daerah masing-masing agar bisa jadi pertanda pemenangan Khofifah-Emil di Pilgub Jatim mendatang.

“Pada hari tenang mendatang, para kiai dan santri juga bisa mengintensifkan silaturrahim syawal dengan Halal Bihalal dengan alumni santri,” pinta ketum PP Muslimat NU ini. (Joe)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Close