Tak Punya Ongkos Ambulan, Pria Ini Batal Berobat Ke RSJ

Jatim.co Kediri _ Keluarga Zainal Arifin (27) warga Desa Beji Gadungan Kidul Desa Gadungan, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri sedih karena batal memeriksakan kesehatan jiwa Zainal lantaran tidak mampu menyewa ambulan.

Zainal Arifin,seorang penderita gangguan jiwa ini, terpaksa dipasung menggunakan rantai. Derita itu, dia jalani selama 3 tahun, lantaran keluarganya tak ingin dia berbuat hal-hal yang tidak diinginkan.
Pegiat dan pemerhati bidang sosial dan kesehatan dari Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) Kabupaten Kediri, Arif Witanto mengaku miris atas nasib yang menimpa Zainal Arifin. Betapa tidak, dia terancam tidak bisa diberangkatkan untuk berobat di RSJ Lawang, Malang, hanya gara-gara tak bisa membayar biaya transport yang diminta oleh salah satu oknum Puskemas Puncu.
“Padahal surat-suratnya lengkap. Hanya gara-gara tak mampu bayar biaya transport ambulance dari Puskesmas Puncu. Zainal terancam tak bisa berobat ke RSJ Lawang,” tandas Arif, Selasa (23/5/2017)
Keluarga Zainal, lanjut Arif, tergolong keluarga tak mampu. Selain itu, keluarganya sudah menempuh berbagai cara pengobatan. Baik secara medis di Puskesmas Rawat Jiwa Rejoso Nganjuk sebanyak 2 kali, maupun pengobatan alternatif. Parahnya lagi, penderita gangguan jiwa yang kini masih terpasung tersebut, selama ini digolongkan pasien umum.
“Mau bayar gimana. Mereka sudah tidak punya biaya. Hewan sapi milik keluarganya sudah terjual untuk biaya pengobatan. Karena selama ini, dia diperiksa sebagai pasien umum. Itupun belum sembuh juga,” katanya.
Pihaknya menyesalkan sikap oknum tersebut, yang menjadi batu sandungan bagi si penderita tersebut untuk berobat. “Dalam waktu dekat, kita akan meminta pihak terkait, baik Dinas Sosial maupun Dinas Kesehatan menindaklanjuti persoalan ini. Selanjutnya, agar oknum tersebut ditindak tegas,” punkas Arif.  (Sj/j1)