BanyuwangiBerita Daerah

Tak Pernah Kredit, Sertifikat Tanah Warga Tiba-Tiba Jadi Jaminan di Bank Bagong Banyuwangi

JATIM.CO, BANYUWANGI – Asnapun, warga Desa Grogol, Kecamatan Giri, Banyuwangi, kaget bukan kepalang. Lantaran, sertifikat tanah miliknya, yang dibeli dari tetangganya, Ali Mansyur, tiba-tiba berada di kantor Bank Bagong Purwoharjo. Terlebih, sertifikat tersebut tanpa sepengetahuanya, telah berstatus sebagai jaminan kredit pinjaman dengan nominal Rp 60 juta.

Kejadian ini terungkap saat Asnapun, meminta sertifikat balik nama atas tanah yang dibelinya dengan luas sekitar 5000 meter persegi, kepada Ali Mansyur. Karena sebelumnya, si penjual bersedia menguruskan proses pergantian atas nama hak milik tersebut.

“Ali Mansyur mengaku, untuk balik nama dia dibantu Afandik, tetangganya, dan oleh Afandik, diam-diam sertifikat dibuat meminjam uang ke KSP (Koperasi Simpan Pinjam),” ucap Asnapun, Jumat (30/12/2016).

Dari situ, lanjutnya, ketika ditelusuri KSP tempat meminjam ternyata saat ini sudah tutup. Dan keterangan para pengurus, sertifikat tanah milik Asnapun yang masih atas nama Ali Mansyur, berada di Bank Bagong Purwoharjo, sebagai jaminan pinjaman.

Komisaris Bank Bagong, Jon Adi Batam, menjelaskan bahwa sertifikat tersebut dibawa oleh Suryanto, mantan karyawannya sekitar tahun 2014 lalu. Selanjutnya dijadikan jaminan pinjaman kredit.

“Uang pinjaman oleh Suryanto langsung dicairkan, saat itu barengan akan ada audit OJK (Otoritas Jasa Keuangan), biar gak kena teguran, ya berkasnya langsung ditandatangani oleh Direksi,” katanya.

Fatalnya, proses administrasi tersebut dilakukan tanpa sepengetahuan pemilik ataupun si atas nama sertifikat tanah. Dan karena sedang dalam status sebagai jaminan hutang, kini sertifikat tersebut ditahan oleh pihak Bank Bagong. Meskipun itu terjadi tanpa sepengetahuan si empunya sertifikat.

Dalam keadaan ini, pihak Bank Bagong mengaku tidak merasa bersalah, meskipun prosedur penahanan sertifikat telah melenceng dari aturan. Bahkan mereka terkesan lepas tangan, dengan menyalahkan mantan Accounting Officer nya, yakni Suryanto, yang kini tinggal di Blitar.

Lebih parah, pihak Bank Bagong justru menyudutkan si pemilik sertifikat tanah. Tak pelak, karena merasa telah didzolimi, Asnapun, si pemilik akan melaporkan tindakan pemalsuan administrasi terorganisir yang menimpanya ke pihak OJK dan Kepolisian. (jok/j1 )

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Close
Close