Berita DaerahSurabaya

Sipir Lapas Kurir Sabu

BNNP Jatim berhasil meringkus oknum sipir Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas I Surabaya di Kecamatan Porong, Sidoarjo, yg kedapatan menjadi kurir sabu di Lapas Porong, Sabtu (15/7) malam.
Dari tangan pelaku petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa narkotika jenis sabu sebanyak satu bungkus plastik berat 20gr bruto.
Kabid Pemberantasan BNNP Jatim AKBP Wisnu Chandra SH MH menuturkan penangkapan terduga setelah pihaknya mendapatkan informasi tentang maraknya peredaran gelap narkotika di dalam Lapas Porong.
“Kami mendapati informasi itu dan melakukan pendalaman, hingga berfokus pd pelaku yg kerap membawa narkotika ke dalam Lapas. Saat dilakukan pemantauan sekitar pukul 19.40 WIT langsung kami amankan di depan RSUD. Sidoarjo dan dalam kendaraan yang dibawa pelaku ditemukan narkotika jenis sabu yg dibungkus kotak rokok dan langsung disita, saat dilakukan pengembangan terhadap sumber barang AR melakukan perlawanan dan berusaha melarikan diri, sehingga terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas ”ujarnya .
Wisnu menjelaskan, dari hasil interogasi pengakuan pelaku, ia hanya menjadi kurir sementara. Narkotika tersebut merupakan milik dari napi Lapas Porong bernama andro .
“Dia mengaku barang haram itu didapat dari pelaku lainnya yg tidak dikenal dan lokasi pertemuan di RSUD karena tak sedang piket tahanan yg sakit. Ia sekali menjadi kurir dibayar 1 s/d 3 jt ,” kata Wisnu.

“sipir yg itu justru bekerja di bawah perintah narapidana. “Mereka adalah kurir yang diperintahkan oleh napi , mereka dikendalikan untuk mengambil barang dari luar untuk masuk ke dalam,” tambah wisnu
Bahkan, menurut wisnu, sipir bertugas mengatur jalur masuk narkotika itu. Untuk memudahkan hal itu, maka peran sipir menjadi vital. “Jadi pada saat barang sudah ada di seputar LP, kemudian si napi minta tolong ke kurirnya ‘Pak tolong dong temuin orang ini, ini nomor teleponnya, tolong dibawa barang ke dalam’,” kata wisnu. 
Untuk jaringan pelaku sendiri masih dalam pengembangan BNNP guna mengungkap dari mana barang haram ini diperolehnya. Selanjutnya terhadap andro, napi lapas porong, pihak BNNP akan bekerjasama dg kanwil kemenkumham Jawa timur untuk melakukan penyidikan dan pengembangan perkara lebih lanjut.
Sipir lapas porong berinisial AR terancam pasal 114 ayat (2) subsider pasal 112 (2) juncto pasal 132 ayat (1) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Mereka terancam pidana hukuman mati, penjara seumur hidup, atau penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 20 tahun. (Joe/tik)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Close