Berita DaerahTuban

Sigit CS Sang Pembunuh Sadis Dituntut 15 Th Penjara

Jatim.co Tuban – Sidang Tuntutan pembunuhan Sadis yang dilakukan oleh pelaku Sigit (26) Warga ,Sandi (21) warga Desa Tlogowaru dan Aris (20) Waga kelurahan Baturetno yang membunuh serta membakar Korban Ahmad gilang Ramadhan (17) warga Kelurahan Karangsari Tuban di persawahan Desa Mandirejo Kecamatan Merakurak Tuban, Yang bertempat di Pengadilan Negeri (PN) Tuban, Kamis (05/01/2017).

Humas PN Tuban, Donovan Akbar Kusuma mengungkapkan ,Dalam sidang Tuntutan Tersebut Pelaku dituntut Oleh jaksa Penuntut Umum (JPU) dengan tuntutan yang bervariatif menurut peran dalam kasus tersebut. Sigit berperan sebagai otak pelaku pembunuhan dituntut penjara seumur hidup, sedangkan Sandi memukul dan menendang korban dituntut hukuman penjara selama 18 tahun dan Aris berperan sebagai menjemput dan pemilik korek api dituntut hukuman selama 15 tahun penjara.

“Tersangka dituntut oleh JPU dengan tuntutan yang bervariasi, Sigit Seumur Hidup, Sandi 18 Tahun dan Aris 15 tahun”ujar Donavan kepada Jatim.co.

Lanjut Donovan, Sidang ini masih belum final,baru tuntuan dari JPU, minggu depan agenda tanggal 12 Januari 2017, dengan sidang Nota Pembelaan dari Terdakwa.

“Sidang selanjutnya minggu depan kita dengarkan nota pembelaan dari terdakwah” kata Donovan

Sementara itu, Tuminah orang tua korban mengungkapkan belum puas atas sidang tersebut karena dia tidak bisa masuk dalam persidangan dan tuntutan dari JPU belum tepat.

“Saya tidak puas,karena tidak diperbolrhkan masuk dalam persidangan dan tuntutannya masih tidak pas” ujar Tuminah

seleseai persidangan ada sedikit insiden,saling dorong dan kejar-kejaran dengan petugas pengamanan karena keluarga korban tidak terima korban dibunuh, saat terdakwah dimasukkan ke mobil tahanan untuk dibawa ke Lapas Tuban.

sebelumnya Kejadian pembunuhan sadis ini dipicu oleh permasalahan antara pelaku Sigit dengan korban Gilang. Sigit mendatangi Gilang di sebuah warung kopi di depan kampus STITMA di sekitar Jalan Manunggal, Tuban.

Ia menuduh korban sebagai spinonase polisi dan melaporkan adiknya yang berjualan pil koplo jenis karnopen, sehingga kemudian ditangkap polisi. Namun  korban menyangkalnya.

Karena kesal korban tidak mengaku, Sigit mengancam akan membakarnya. Sigit pun menyuruh teman-temannya membeli bensin. Tuduhan Sigit kepada Gilang tak membuahkan hasil. Sigit lalu mengajak Gilang duel di area persawahan di Dusun Pangklangan, Desa Mandirejo, Kecamatan Merakurak.

Di sana mereka berdua duel dan disaksikan oleh teman-teman Sigit. Dalam duel itu, Sigit kalah. Melihat dirinya kalah, Sigit menusukkan pisau lipat ke dada Gilang. Gilang pun lari. Tak mau kehilangan Gilang, Sigit menusuk punggung korbannya.

Tak hanya itu, Sigit kemudian juga menyuruh  tersangka lain Sandi, Aris dan satu pelaku lain yang masih buron untuk membakar korban. Para pelaku kemudian meninggalkan korban begitu saja di areal persawahan.

Warga yang kebetulan melintas saat itu, melihat kejadian dan melaporkannya kepada polisi. Korban kemudian dilarikan ke rumah sakit, namun meninggal setelah kehabisan darah setelah ditusuk empat kali ke bagian dada dan punggungnya serta luka bakar parah di sekujur tubuhnya. (Rochim/j1)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close