Berita DaerahNganjuk

Sertifikat Tak Kunjung Jadi Warga Ancam Lapor Polisi

Jatim.co Nganjuk, -Dituding  tidak beres mengurus Sertifikat tanah,  Warga Desa bungur Kecamatan Sukomoro Kabupaten Nganjuk JawaTimur melaporkan Kades  kepada Kepala Kecamatan setempat. Pasalnya  mereka  Geram dengan ulah  Yatiran, Kades yang tidak kunjung selesai mengurus sekitar 40 Sertifikat milik warga.

Pasalnya meski warga telah bersabar menunggu hampir tiga  tahun dan membayar biaya  hingga Rp. 4.juta namun  Sertifikat milik mereka tidak kunjung ada kejelasan.Bahkan warga mengancam jika masalah sertfikat tidak kunjung tuntas mereka akan melaporkan kepada pihak berwajib.” Kami sudah bersabar, mau membayar biayanya  tapi serrtifikat tidak juga selesai” Tegas S salah seorang warga.

Sumber internal menebutkan, Menyikapi kemelut warga 6 orang anggota  BPBD sempat menghadap ke Camat dan mengadukan masalah warga Senin( 9/11/2016) kemaren. Kedatangan Perwakilan warga Dusun Kajang ke Kantor Kecamatan Sukomoro ini, Ditemui oleh Camat Sukomoro, Haris Jatmiko dan di dampingi Anggota DPRD, Arbayana KP dari Partai Demokrat.

 

Camat Sukomoro, Haris Jatmiko, Berjanji Secepatnya pihaknya akan memanggil Kades Bungur untuk dimintai keterangan dan mengetahui duduk permasalahan sebenarnya, Sehingga apa yang diinginkan warga ini dapat diselesaikan dengan baik. “Secepatnya akan kita panggil dan kita selesaikan secepatnya,”ujar Camat Haris kepada Perwakilan BPBD.

 

Sementara itu, Arbayana KP mengaku akan menindak lanjuti permasalahkan warga Dusun Kajang  dan disampaikan dalam pembahasan di kantor DPRD Nganjuk. “Nanti akan kita bahas dalam reses dewan, “kata Arbayana saat di hubuhgi Jatim.co Via Telpon Rabu (10/11/2016)

 

Sedangkan Kades Yatiran, sendiri tidak tampak di Kantor Kecamatan Sukomoro, saat BPD dan perwakilan warga Dusun Kajang mengadu ke Camat Haris Jatmiko.

Informasi yang dihimpun, Yatiran sebagai Kades Bungur telah menerima titipan uang untuk pengurusan sertipikat perorangan dari warganya. Diketahui sebanyak 40 pemohon dari 44 sertipikat yang di ajukan ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) melalui Kades Yatiran, Hingga kini belum ada kejelasanya. Padahal pengajuan sertipikat warga melalui Kades Yatiran tersebut sudah berlangsung selama dua hingga tiga tahun lamanya dan membayarcsejumlah Uang. “Jumlahnya variatif antara 1,5 juta hingga 4 juta rupiah. Namun sampai saat ini sertipikat tersebut belum diterima oleh pemohon,” terang salah satu perwakilan warga.(Din/j1)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close