Berita DaerahTuban

Selesaikan Banjir Merakurak, Harus Dari Hulunya

Jatim.co Tuban – Pemerintah Kabupaten Tuban, berencana membangun stop dam atau bendungan di kawasan Desa Jadi Kecamatan Semanding, Tuban, atau diatas kawasan Puncak Banyu langse, Desa Boto, yang menjadi hulu sungai Jambon yang kerap meluber membanjiri sejumlah desa di Kecamatan merakurak setiap hujan deras terjadi.

Sekertaris Daerah (Sekda) Tuban Budi Wiyana mengatakan, persoalan banjir di Kecamatan Merakurak tidak akan selesai jika penanganan tidak dilakukan di daerah hulunya, sebab daerah hilir yakni sungai Jambon sudah ditangani dengan membuat sudetan di kawasan Mulung, desa Sumurgung, Kecamatan Tuban, atau melakukan revitalisasi sungai hingga desa Mandirejo.

“Penanganan tidak dapat hanya dilaksanakan di daerah hilir, hulunya juga perlu penanganan dengan membuatkan penampungan ari, tujuanya agar air tidak langsung dengan volume besar kearahn utara,” terang Budi kepada Jatim.co, Rabu (19/04/2017).

Kata Budi, penanganan hilir (Sungai Jambon) hingga Mandirejo akan dselesaikan tahun ini, tahun berikutnya penanganan akan dimulai dihulu, dan akan melakukan kordinasi dengan pihak terkait.

“Hilir sudah kta tangani dan itu akan kami selesaikan tahun ini, kemudian akan kita mulai untuk berkordinasi denga pihak pihak terkait tahun berikutnya untuk langkah penanganan di hulu, ”terang Budi ini.

Lebih lanjut saat ditanya kapan pastinya proyek akan dilaksanakan budi belum dapat memastikan, sebab proyek pembangunan dam itu membutuhkan perencanaan sebelum dikordinasikan dengan kementrian PU sebagai otoritas pelaksanan proyek dan perhutani sebagi pemilik lahan.

“Dengan kementrian PU kita hars mendapatkan lampu hijau duluh, dan perhutani sebagai pemilik lahan juga harus berkenan tanahnya untuk pembangunan bendungan,” jelasnya.

Disinggung luas lahan perhutani yang dibutuhkan untuk rencana pembangunan bendungan penyelesaian banjir di merakurak, mantan kepala dinas perekonomian ini juga belum menjelaskan secara detail, alasanya pemerintah daerah belum menyelesaikan perencanaan.

“Untuk lusan lahan yang dibutuhkan, saat ini sedang final perencanaan teknisnya, setelah ini baru dapat kita ketahui,” katanya.

Budo berharap, rencana pembangunan stop dam ini mendapatkan dukungan dari semua pihak, termasuk perhutani dan juga kementrian PU, dengan begitu persoalan banjir yang menjadi agenda rutin di Kecamatan Merakurak setiap musim hujan dapat tertangani.

 

“Harapan kami bisa realisasi secepatnya, butuhnya pas hujan air tertampung agar tidak banjir, kemudian bisa kita alirkan saat tidak hujan,” harap Sekda.

Bupati Tuban Fathul Huda juga membenarkan soal rencana pemerintah membangun stop dan di kawasan Desa Jadi, Semanding, yang menjadi hulu sungai Jambon. Bupati juga berharap semua pihak mendukung rencana tersebut.

“Rencana ini sudah kerap kami sampaikan, penanganan banjir memang harus diselesaikan mulai dari hulu hingga hilir. Karena hilirnya sudah maka tahun berikutnya bisa penanganan di hulu dilaksanakan ,” kata Bupati Tuban ini.

 

 

Harapanya kami bisa, untuk menampung air hujna, butuhnya pas hujan tertampung, agar tidak banjir, kemudian bisa kita alirkan saat tidak hujan sedikit demi sedikit agar dampaknya tidak membanjiri lahan Pertanian maupun pemukiman. (Rochim/Murod J3)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Close