BanyuwangiBerita DaerahBisnis

Polair Amankan Ikan Dan Perahu Diduga Milik Pelaku Pengeboman

Jatim.co – Aparat Satuan Polisi Perairan Polres Banyuwangi menyita sebuah perahu milik nelayan Bimorejo, Kecamatan Wongsorejo. Kors Biru-Biru juga mengamankan kurang lebih satu kuintal ikan Sulir hasil tangkapan nelayan.

Penyitaan itu dilakukan karena  aparat menengarai awak perahu menangkap ikan dengan menggunakan bahan peledak. Pola tangkap yang melanggar hukum itu dijalankan di utara Pulau Tabuhan Wongsorejo pada Sabtu (11/2/2017) .

Diceritakan AKP Subandi, upaya penyelidikan langsung digelar Satpolair Polres Banyuwangi sekitar pukul 06.00 WIB. Aksi curang menangkap ikan yang dilakukan oknum nelayan tersebut berusaha dihentikan dengan menyisir Perairan Tabuhan serta pesisir Pantai Bimorejo.

“Tim lidik sengaja dibagi dua. Tim pertama bertugas menyisir perairan dibawah komando Kanit Penegakkan Hukum Aiptu I Gede Ika Darmayasa. Sedangkan satu tim yang menyisir pantai saya pimpin sendiri,” terang Kasatpolair Polres Banyuwangi.

Taktik ini membuahkan hasil. Tim perairan terus mengejar perahu penangkap ikan menggunakan bom sampai mendekati Pantai Bimorejo. Sementara tim darat yang dipimpin AKP Subandi menunggu di Tempat Pelelangan Ikan Bimorejo. Tapi perahu yang ditunggu tak juga sandar di pelabuhan.

“Ternyata perahu itu tak berani merapat ke TPI. Perahu yang kita cari menepi tak jauh dari pelelangan. Para awak perahunya sudah lari sambil meninggalkan ikan hasil tangkapannya,” kisah mantan Kasubaghumas Polres Banyuwangi.
Ikan itu kemudian disita petugas sebagai bukti. Termasuk perahu bermesin desel yang dijadikan sarana para nelayan untuk mengangkut ikan hasil pengeboman. Perahu berbahan kayu tersebut selanjutnya diamankan ke Markas Satpolair Ketapang.

“Praktek pengeboman ikan melibatkan dua perahu. Satu perahu bertugas menceburkan bahan peledak. Sedangkan satu perahu lagi memuat ikan yang mengambang di permukaan,” lontarnya.

Penyitaan dua alat bukti illegal fishing ini disaksikan perangkat desa setempat. Bahkan orang tua pemilik perahu juga turut menjadi saksi saat penyitaan alat tangkap yang dijalankan aparat. Menurut AKP Subandi, setidaknya ada 6 nelayan yang diduga terkait dalam kasus ini.

“Semua identitas pelaku sudah kita kantongi. Mereka akan kita panggil untuk menghadap ke markas untuk dimintai keterangan,” tegasnya.

Penanganan praktek penangkapan ikan ilegal ini mendapat apresiasi Kapolres Banyuwangi AKBP Agus Yulianto. Dia mengapresiasi langkah cepat anggota Polisi Perairan untuk menghentikan praktek illegal fishing. (jok/j1)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Close
Close