Pengerusakan Atribut NU Di Nganjuk Hanya Euforia

jatim.co Nganjuk – Tiga pesilat dari oknum PSHT akhirnya dijadikan tersangka oleh Polres Nganjuk atas kasus dugaan pengerusakan atribut bergambar lambang NU dan pendiri NU KH Hasyim Asy’ari di Nganjuk.

“Untuk sementara ini, motifnya karena euforia. Pelaku ini tersulut emosi, karena bersama kelompok dengan jumlah massa yang banyak, dia merasa keberaniannya muncul, namun kami juga masih terus mendalami apakah ada motif lain” kata Kapolres Nganjuk AKBP Dewa Nyoman Nanta, Selasa (26/6/2018).

Oknum PSHT yang dijadikan tersangka ini berasal dari Kabupaten Nganjuk. Dari hasil pemeriksaan penyidik, tersangka mengaku tidak ada unsur balas dendam. “Spontanitas semua,” tuturnya.
“Mereka menyatakan tidak ada yang memberikan komando. Mereka euforia, merasa jumlahnya banyak makanya berani melakukan hal-hal tersebut,” jelasnya.

Penyidik terus bekerja untuk menuntaskan perkara tersebut, agar bisa tercapai keadilan. Bahkan, tidak menutup kemungkin jumlah tersangka bisa bertambah lagi.

“Mohon semua untuk menahan diri dan mempercayakan pada kami. Kami terus bekerja dan kini sudah ada tersangka,” tuturnya.

Kapolres juga mengimbau kepada massa atau dari kelompok PSHT yang melakukan pengerusakan, untuk bertindak proaktif dan menyerahkan diri ke kepolisian.

“Jangan menunggu kami untuk menangkapnya. Kalau memang gentleman atau merasa menjadi pendekar, mohon untuk menyerahkan diri,” jelasnya. (jn/sul/02)