Berita DaerahSurabaya

Pengamat, Apresiasi Kerja Politik Puti Soekarno Dalam Capaian Elektabilitas

Jatim.Co Surabaya, Angka popularitas Calon Wakil Gubernur Jawa Timur nomor urut 2 Puti Guntur Soekarno terus melaju pesat. Kendati terhitung baru di panggung politik cucu Bung Karno itu mampu meraih simpatik masyarakat dengan cepat.

Peneliti Litbang Kompas Yohan Wahyu mengungkapkan, popularitas Puti mencapai 32,9 persen dan tak sampai 8 persen selisihnya dengan kompetitor, Calon Wakil Gubernur Emil Dardak yang punya popularitas 39,9 persen.

“Kalau kandidat gubernur, antara Gus Ipul dan Bu Khofifah, popularitasnya sudah sangat tinggi. Semua sudah di atas 70 persen,” kata Yohan dalam Diskusi Publik “Membedah Elektabilitas dan Voting Behaviour pada Pilgub Jatim 2018″ yang diselenggarakan oleh BEM FEB Universitas Airlangga, Kamis (15/3/2018).

Litbang Kompas menggelar survei pada 19 Februari-4 Maret dengan 800 responden. Margin of error sebesar 3,46 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Yohan menambahkan, keluarga menjadi salah satu influencer utama dalam Pilgub Jatim. “Preferensi orang dipengaruhi lingkungan keluarganya. Maka model kampanye door to door cukup efektif dalam meningkatkan awareness ke kandidat,” ujarnya.

Pada survei Polmark Indonesia, popularitas Emil sebesar 33,9 persen, hanya selisih sangat tipis di atas Puti sebesar 33,3 persen.

Pengamat politik Universitas Airlangga, Novri Susan PhD, mengatakan, menarik mencermati capaian popularitas antara Emil dan Puti. Emil sudah melakukan kerja politik sejak enam bulan lalu. Bahkan, bisa dikatakan sejak menjadi bupati pada Februari 2016, Emil cukup rajin mengisi seminar di berbagai daerah di Jatim.

Sementara Puti Soekarno baru muncul ke proses politik di Jatim mulai 10 Januari 2018 saat pendaftaran di KPU Jatim. Artinya, Puti sebagai pemain politik baru bergerilya tak sampai dua bulan.

“Maka dengan selisih yang tidak besar itu, Puti mengirim pesan bahwa dia seorang petarung, pelaku politik yang dengan cepat membangun jejaring, piawai merespons dinamika lapangan, dan cakap memasarkan gagasannya,” ujar doktor lulusan Doshisha University Jepang.

Tentu saja, sambung Novri, cepatnya popularitas Puti terdongkrak dengan dukungan mesin partai PDI Perjuangan dan kaum nasionalis lainnya.

Novri menambahkan, tantangan ke depan bagi Emil dan Puti untuk terus memacu metode pengenalannya. “Karena seperti paparan dari banyak survei, sosok Bu Khofifah dan Gus Ipul sudah mentok pengenalan dan pendalaman kandidatnya. Nah saat ini tinggal bagaimana Emil dan Puti bergerak selincah mungkin. Kalau dari posisi saat ini, terlihat Puti lebih lincah bergerak,” ujar Novri. (Joe)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Close