Berita DaerahTuban

Pemkab Tuban Bebaskan Lahan Untuk Tanggul Permanen

Jatim.co Tuban – Terkikisnya bantaran Sungai Bengawan Solo di Desa Ngadirejo, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, kian parah. Belum adanya tanggul permanen di wilayah setempat, mengakibatkan berapa rumah warga rawan terjadi longsor.

“Kami berharap segera ada tanggul di desa kami,” ujar Kepala Desa Ngadirejo, Rengel, Kasturi, kepada Jatim.co, Selasa (25/04/2017).

Lanjut Kasturi, bahwa dia belum melakukan validasi data terbaru, berapa rumah warganya yang rawan longsor ketika Tinggi Muka Air (TMA) naik. Hanya saja semakin lama lahan di wilayahnya terus berkurang, utamanya di belokan sungai Bengawan Solo.

Menyikapi hal ini, Sekretaris Daerah (Sekda) Tuban, Budi Wiyana, mengakui kalau lahan di 11 desa di Kecamatan Soko, dan Rengel terus terkikis. Satu proyek multiyears yang terus berjalan yakni pembebasan lahan untuk tanggul sepanjang 25 Kilometer (Km).

“Satu-satunya upaya hanya tanggul dan itu tidak bisa dilakukan dalam waktu setahun dua tahun,” sambungnya.

Proyek Nasional yang langsung dikerjakan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo ini, baru selesai 20 persen. Saat ini pembangunan tanggul yang masih berjalan di Desa Tambakrejo masih berjalan.

Untuk desa-desa yang lain harus menunggu proses pembebasan lahan rampung. Dalam hal ini masyarakat juga harus sadar, tanggul bagi desa tepi sungai menjadi kebutuhan vital.

Apabila tidak ada sinergi dalam pembebasan lahan, otomatis keamanan dan keselamatan warga juga terancam. Diakuinya dari 25 Km, ada beberapa titik yang sulit menyelesaikan pembebasan lahanya.

Bukan soal harga yang dipermasalahkan, tapi ada lahan yang tidak jelas ahli warisnya. Begitupun ada sertifikat lahan yang dimasukan di perbankan. Hal ini yang menjadi kendala, padahal administrasi penting untuk percepatan tanggul.

Kondisi riil di lapangan ada warga yang memiliki lahan 1 hektar, dan yang 200 meter akan dibuat tanggul. Lantaran sertifikatnya di bank, otomatis belum bisa dibangun.

“Kami harapkan semua pihak ikut memikirkan hal ini karena keberadaan tanggul bermanfaat bagi semua,” tegasnya.

Diketahui, proyek pembangunan tanggul seluruhnya dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) senilai Rp 15 miliar. Sedangkan untuk pembebasan lahannya ditanggung APBD Tuban, dan APBD Provinsi Jatim kurang lebih Rp 11,5 miliar.

Catatan Pemkab Tuban proyek multiyears itu, sepanjang 25 kilometer dari tepi sungai di perbatasan Bojonegoro sampai Tuban. Pembangunan tanggul melewati dua kecamatan dan 11 desa.

Tanggul kiri Bengawan Solo yang akan dibangun di Kecamatan Soko melewati Desa Menilo, Simo, Kendalrejo, Glagah Sari, Kenongo Sari, dan Desa Pandan Agung. Sementara tanggul kiri itu juga akan melewati Desa Sumberrejo, Tambakrejo, Kanorrejo, Karangtinoto, dan Ngadirejo.

“Setiap tahun Pemda terus menyiapkan dana sekira Rp10-15 miliar untuk pembebasan lahan, tapi karena berbagai faktor hanya terserap separuhnya,” pungkasnya.(Rochim)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close