Berita DaerahMalang

Pemkab Malang Akhirnya Ragu Ajukan PSBB

Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang dilakukan beberapa daerah menjadi sorotan kepala daerah lain. Mereka menyoroti efektivitas cara tersebut, karena trend kasus positif Covid 19 terus menaik.

Pemkab Malang misalnya yang asalnya akan mengajukan PSBB untuk Malang Raya akhirnya memutuskan untuk menunda dulu usulan PSBB. Langkah ini merujuk efektifitas PSBB yang sudah diterapkan di wilayah DKI Jakarta dan juga Surabaya Raya.

Bupati Malang Sanusi mengatakan, penerapan PSBB tentu akan membawa dampak sosial ekonomi masyarakat Kabupaten Malang. Meskipun, PSBB dinilai sebagai langkah strategis dalam memutus serangan COVID-19.

“Tetapi kami harus berpikir jernih, apakah PSBB benar-benar bisa menurunkan angka kasus COVID-19. Jika melihat DKI Jakarta dan Surabaya peningkatan kasus justru terjadi. Kan percuma saja, makanya kami menunggu efektifitas PSBB seperti apa,” ujar Sanusi sspsrti dikutip dari detikcom, Kamis (7/5/2020).

Sanusi menambahkan, Pemkab Malang tetap sepakat PSBB harus diterapkan dalam upaya memutus penyebaran COVID-19. Namun, dengan jumlah penduduk sebanyak 3 juta jiwa dan luas wilayah kurang lebih 35 ribu kilometer, Pemkab Malang tidak boleh gegabah dalam mengambil keputusan.

“Semua harus dihitung dulu, apalagi kita punya penduduk 3 juta, luas wilayah hampir 35 ribu kilometer. Belum lagi alokasi anggaran tidak sedikit ketika menerapkan PSBB. Kita harus melihat mana yang terbaik bagi masyarakat,” imbuh Sanusi.

Menurut Sanusi, physical distancing saat ini akan terus digencarkan ketika usulan PSBB akan ditunda dahulu. Selain memaksimalkan penyekatan di akses masuk wilayah Kabupaten Malang.

Pada posko check point setiap warga yang masuk akan dilakukan tes cepat atau rapid test. Jika hasilnya reaktif, maka langsung akan dibawa ke tempat karantina untuk dilakukan penanganan lebih jauh.

Pemkab Malang melalui Dinas Kesehatan juga telah mengirimkan rapid test dan thermo gun ke seluruh desa. Begitu juga dengan menyiapkan rumah aman di masing-masing desa.

“Harapannya upaya deteksi dini ini bisa cepat memutus penyebaran COVID-19. Ketika kami menunda usulan PSBB. Kita bersama Polres Malang juga telah membentuk Tim Hunter COVID-19 khusus memburu warga yang terindikasi terinfeksi virus untuk dilakukan rapid test dan disiplin menjalani isolasi,” tutur Sanusi.

Untuk saat ini, lanjut Sanusi, Pemkab Malang akan memfokuskan penanganan warga yang sudah terpapar virus COVID-19. Upaya ini diharapkan mampu menyembuhkan pasien sekaligus menghentikan penyebaran virus.

“Kita fokus sekarang untuk yang sakit. Ini juga sebagai langkah cepat agar virus tidak menyebar luas,” pungkas Sanusi. (Dtc/rik)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Close