Berita DaerahJember

Muhaimin Dapat Dukungan Kiai Kampung di Jember

Mesin pencapresan mulai dipanasi, di Jember perwakilan kiai kampung mendeklarasikan dukungan untuk Muhaimin Iskandar dalam pencalonan presiden pada 2024, di Pondok Pesantren Darul Arifin, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Minggu (20/2/2022) sore.

Deklarasi dibacakan KH Badrus Shodiq, yang juga dikenal sebagai Wakil Rais Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Jember. “Kami kiai kampung seluruh Kabupaten Jember memandang bahwa Panglima Santri Gus Muhaimin memiliki visi dan misi yang jelas untuk mewujudkan Indonesia yang baldatun thoyyibatun wa robbun ghofur (negeri yang baik dengan Tuhan yang Maha Pengampun),” katanya.

“Kami kiai kampung seluruh Kabupaten Jember siap bekerja keras 24 jam dari pintu ke pintu, door to door, untuk memperjuangkan Gus Muhaimin sebagai presiden RI tahun 2024,” kata Badrus disambut tepuk tangan hadirin.

Menurut Badrus, kiai kampung di Jember siap mengorbankan jiwa dan raga untuk memperjuangkan Muhaimin Iskandar menjadi presiden RI agar bisa menjaga ahlussunnah wal jamaah dan mempertahankan NKRI. “Kami kiai kampung seluruh Kabupaten Jember mengucapkan syukron katsiron, thank you very much kepada Panglima Santri Gus Muhaimin atas keberhasilannya memperjuangkan Hari Santri 22 Oktober dan Undang-Undang Pesantren,” katanya.

“Pertolongan Allah sudah datang dan kemenangan ada di depan mata,” tambah Badrus.

Yazid Khobir, perwakilan kiai kampung, mengaku rindu terhadap pemimpin kader tulen NU. “Dulu ketika dipimpin almarhum KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, NU luar biasa. Jangankan orang Islam, biksu pun takzim pada beliau. Kami selaku kiai kampung tidak rela kalau tidak dipimpin Panglima Santri. Kami rindu kepemimpinan NU seperti dulu dipimpin KH Abdurrahman Wahid,” katanya.

Robith Rosyidi, perwakilan Pondok Pesantren Darul Arifin, mengatakan, satu-satunya kader NU yang layak menjadi presiden adalah Muhaimin. “Kami bertekad warga nahdliyyin dan kiai kampung siap seratus persen memenangkan Gus Muhaimin,” katanya.

Kiai kampung adalah sebutan ustaz dan guru mengaji yang berada di masjid dan musala kampung. Jika mengacu data masa pemerintahan Bupati MZA Djalal, jumlah guru mengaji di Jember yang menerima insentif pemerintah mencapai 27 ribu orang. [Bjt/lik]

Source link

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Close