Berita DaerahTuban

Legen Menjadi Favorit Menu Berbuka

Jatim.co – Hampir setiap daerah di tanah air memiliki khas makanan maupun minuman. Jika betawi punya minuman khas bir pletok, Jepara punya minuman khas dawet. Sementara itu, Kabupaten Tuban juga punya minuman khas, yaitu legen. 

 
Minuman legen dibuat secara alami. Petani menyadap getah pohon siwalan yang banyak tumbuh di kawasan perbukitan kapur Tuban. Proses pengambilan getah dilakukan pagi dan pada sore hari, menjelang waktu berbuka puasa.

 

Uniknya, getah pohon siwalan ini tidak membutuhkan campuran bahan lain maupun proses lanjutan. Para petani sudah bisa menjual legen segar langsung kepada konsumen di bawah pohon.

 

Sepintas legen memang berwarna agak keruh. Namun bukan berarti minuman ini tidak layak konsumsi. Pasalnya legen yang berwarna keruh seperti ini adalah legen kwalitas asli tanpa campuran air maupun pemanis buatan.
Bagi masyarakat Tuban, minuman legen terasa favorit saat bulan ramadhan tiba. Kondisi alam yang panas dan kering membuat legen cukup diminati. Selain murah, minuman ini memiliki rasa yang khas dan menyegarkan. Bahkan selama bulan ramadhan, legen menjadi minuman favorit penghilang dahaga saat buka puasa.

 

Menurut Yugik penikmat legen, pada hari-hari biasa keberadaan legen tergeser oleh minuman khas Tuban lainnya yaitu toak. Minuman beralkohol itu juga dibuat dari sadapan getah pohon siwalan.
Datangnya bulan suci ramadhan seperti sekarang ini menjadi berkah bagi penjual legen. Bahkan sejumlah warga yang sebelumnya memproduksi minuman toak, kini beralih menjadi penjual legen dadakan. Pasalnya minuman toak yang mengandung alkohol kurang diminati pembeli selama bulan ramadhan.
“biasanya hari biasa tidak banyak yang berminat,namun kalau sudah masuk puasa yang mencari banyak” katanya kepada Jatim.co , Minggu (11/6/2017).

Sementara itu Karsinten penjual legen di Desa Sugiharjo Tuban, mengatakan kalau hari biasa hanya bisa menghabiskan 10 Liter, tapi kalau puasa, bisa sampai 15-20 Liter.

“Hari biasa cuma habis 10 Liter, tetapi kalau masuk bulan puede bisa sampai habis 20 Liter” terangnya.

bagi anda yang berminat, bisa pergi ke pelosok desa untuk menikmati segarnya legen asli yang baru diambil dari pohon. Untuk satu botol besar ukuran isi satu setengah liter minuman legen, kita cukup membayar Sepuluh ribu rupiah. (Cim)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Close