Berita DaerahSurabaya

Kenapa Risma Kena Asma Akut Ini Jawabannya

Tri Rismaharini Masuk ICU

jatim.co – Walikota Surabaya Tri Rismaharini divanis mengalami asma akut, sehingga harus masuk ICU di RSU dr Soetomo. Banyak masyarakat yang masih menyepelekan penyakit Asma. Bagaimana Risma sampai sakit asma, Berikut referensi informasi yang dapat kita jadikan rujukan untuk memahami sakit yang diderita wali kota Surabaya..

Asma adalah jenis penyakit jangka panjang atau kronis pada saluran pernapasan yang ditandai dengan peradangan dan penyempitan saluran napas yang menimbulkan sesak atau sulit bernapas. Selain sulit bernapas, penderita asma juga bisa mengalami gejala lain seperti nyeri dada, batuk-batuk, dan mengi. Asma bisa diderita oleh semua golongan usia, baik muda atau tua.

Meskipun penyebab pasti asma belum diketahui secara jelas, namun ada beberapa hal yang kerap memicunya, seperti asap rokok, debu, bulu binatang, aktivitas fisik, udara dingin, infeksi virus, atau bahkan terpapar zat kimia.

Bagi seseorang yang memiliki penyakit asma, saluran pernapasannya lebih sensitif dibandingkan orang lain yang tidak hidup dengan kondisi ini. Ketika paru-paru teriritasi pemicu di atas, maka otot-otot saluran pernapasan penderita asma akan menjadi kaku dan membuat saluran tersebut menyempit. Selain itu, akan terjadi peningkatan produksi dahak yang menjadikan bernapas makin sulit dilakukan.

Mengacu pada data dari WHO 2013, ada sekitar 300 juta orang yang menderita asma di seluruh dunia. Terdapat sekitar 250.000 kematian yang disebabkan oleh serangan asma setiap tahunnya, dengan jumlah terbanyak di negara dengan ekonomi rendah-sedang. Prevalensi asma terus mengalami peningkatan terutama di negara-negara berkembang akibat perubahan gaya hidup dan peningkatan polusi udara.

Laporan Global Asthma Report 2015 memprediksikan pengidap Asma di seluruh dunia berkisar 334 juta jiwa. Berdasarkan data WHO pada 2011 lalu, ada sekitar 180 ribu orang di dunia meninggal akibat asma. Di Indonesia, jika merujuk pada Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013, pengidap asma berkisar 1,2 juta orang. Prevalensi terbanyak ada di Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Sulawesi Tengah. Angka prevalensi lebih dari 7.0 alias tujuh kasus per seribu penduduk. Dulu, asma identik dengan penyakit orang lanjut usia. Fakta berbicara hal yang berbeda. Angka tertinggi pengidap asma di Indonesia ada dalam kelompok umur 15-44 tahun.

Dikalangan artispun banyak yang meninggal akibat penyakit asma, seperti Mpok Nori, Jojon dan anak Iwan Fals, Galang Rambu Anarki. Mereka semua meninggal terkena serangan asma. Ada pemikiran yang salah bahwa asma hanyalah gangguan pernafasan ringan tanpa menyebabkan kematian. Orang lupa bahwa serangan asma berat bisa mengancam nyawa. Mari jaga lingkungan.

Adapun Ciri Ciri Asma Kronis

  • Nafas Terasa Berat

Saluran pernafasan yang semakin mengecil karena penyakit asma ini, maka otomatis sistem pernafasan harus bekerja ekstra untuk mencukupi suplai oksigen yang ada didalam tubuh. Hal ini akan berdampak pada proses bernafas yang lebih berat dan sulit untuk dilakukan. Sehingga keadaan ini sering kita sebut dengan istilah sesak nafas dan biasanya suka disertai dengan bunya ngik-ngik pada saat bernafas.

  • Nafas Yang PendekApakah Anda sering merasakan nafas yang pendek? Bila ya, mungkin Anda juga memiliki riwayat penyakit asma. Karena nafas pendek ini ditandai dengan mudah merasa capek, ketika sedang melakukan aktivitas yang berat dan cukup lama. Misalnya pada saat memindah-mindah barang pada saat sedang menata rumah. Hal ini dapat terjadi ketika berolahraga, karena suplai oksigen yang dibutuhkan akan berkurang dan sangat sedikit sekali. Sehingga tubuh akan merasa cepat lelah, karena nafas yang sangat pendek ini selalu terjadi ketika melakukan tugas berat.
  • Cepat Lelah Ketika Berolahrga Ciri asma akut yang dapat dirasakan ketika tubuh yang merasa cepat lelah pada saat sedang melakukan aktivitas berat seperti sedang berolahraga. Hal ini dikarenakan suplai oksigen untuk tubuh tidak terpenuhi dengan baik ketika melakukan olahraga, sehingga akan merasa ngos-ngosan ketika pada saat baru melakukannya. Hal ini terutama akan terjadi pada olahraga yang membutuhkan kegiatan berlari seperti seapkbola dan bulu tangkis. Kemudian olahraga yang berat seperti angkat beban dan berenang.

(ed/tik)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Close