Berita DaerahNganjuk

K1 Ngeluruk Pemkab Nganjuk Karena Tak Kunjung Diangkat

Jatim.co Nganjuk, Ratusan Guru Tidak Tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) kategori 1 (K-1) yang bekerja di sejumlah SKPD Kembali Ngluruk ke Kantor Pemkab Nganjuk. Aksi yang sehari sebelumnya juga digelar ini kembali menuntut Bupati Nganjuk H.Taufiqurrahman segera membuat akta surat pertanggungjawaban mutlak (SPTJM) sebagai acuan awa oleh Badan Kepegawaian Nasional untuk penerbitan SK CPNS Jumat (40/11/2016).
Ratusan GTT dan PTT geram setelah hampir setahun sebelumnya mereka dijanjikan akan segera mrndapatkan kepastian Nasib namun informasi kepastian itu tidak kunjung mereka dapatkan. Merek menuduh Bupati Nganjuk main-mian tidak serius ingin memperjuamgkan nasib 1.178 orang Pegawai Honorer.,” Kami di pimpong terus terusan, Bupati permainkan nasib kami,” Ujar Sajianto Korlap Aksi kepada Jatim.co.
Menurut Sajianto, sebenarnya proses pengangkatan status mereka tidak sulit jika Kepala Daerah berniat serius dan peduli terhadap ribuan Honorer yang telah puluhan Tahun mengabdi di sejumlah lembag milik Pemkab Nganjuk ” Raykat biar tau bagaimana Bupati Nganjuk memperlakukan masyarakatnya” teganya dalam Orasi yang dimulai sejak pukul 09.00 didepan Pendopo Pemkab Nganjuk.

Sajianto mengancam ribuan Honorer ke1 akan kembali melakukan Aksi hingga tuntutanya dipenuhi.,” Ijin aksi kami sampai tuntutan dipenuhi” Pungkas sajianto.

Setelah melakukan Orasi, perwakilan tiga pendemo diizinkan masuk kependopo Kabupaten, meski awalnya massa sempat beradu mulut dengan petugas dan memaksa menorobos Pagar pembatas yang di jaga ketat aparat kepolisian dan Satpol PP. namun, lagi- lagi mereka harus menelan pil pahit, pasalnya Bupati Nganjuk yang mereka harapkan tidak kunjung menemui hanya Moh Yasin Plt BKD Nganjuk yang menemui perwakilan pendemo” Aspirasinya akan kami sampaikan atasan” Ujar Pelaksana Tugas Harian(Plt) BKD Nganjuk .

secara terpisah Kabag Humas Pemkab Nganjuk GHozali Affandi menjelaskan, Para GTT yang melakukan Aksi demontrasu ingin meminta surat pertanggungjawaban mutlak (SPTJM) dari Bupati Nganjuk, sebagai syarat pengangkatan PNS” Mereka tidak ingin bertemu siapa-siapa tapi Bupatinya,” terang Ghozali Afandi
Seperti di ketahui, Perjuangan tenaga honorer Nganjuk untuk memperoleh status PNS sudah cukup lama. Bahkan menurut mereka munculnya permasalahan yang berkepanjangan bukan semata-mata kesalahan tenaga honorer , melainkan pada saat pendataan beberapa tahun lalu yang mereka anggap ada unsur kesengajaan Badan Kepegawaian Daerah ( BKD) untuk membelokkan terkait alokasi sumber dana honor GTT dan PTT sebanyak  1.178 GTT dan PTT di Nganjuk.
Disisi lain ribuang honorer ini telah mengantongi surat dari menteri pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi (PAN-RB), agar Pemkab Nganjuk menyelesaikan pengangkatan GTT dan PTT. “Akan tetapi hingga saat ini, pihak Pemkab Nganjuk belum menindaklanjuti surat menteri PAN RB tersebut, Tegas Sajianto. ( din/j1 )

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Close
Close