Internasional

Ini Kisah Nego Fulus Sebelum Pungutan Suara PBB Terkait Jerussalem

Jatim.co Internasional – Banyak cerita yang terselip dari proses pemungutan suara terhadap Resolusi Majelis umum PBB terkait Yerussalem beberapa waktu lalu,  diantaranya Negara Nauru yang menolak resolusi tersebut.

Bagaimana Negara yang jarang terdengar ditelinga kita ini bisa pro Israel, berikut laporannya.

Nauru memang jarang terdengar di telinga klita, Negara kecil di samudra Pasifik ini memiliki luas 21 kilometer persegi dan berpenduduk hanya 11.359.

Nah, dua pekan sebelum  PBB melakukan pemungutan suara terkait masalah Yerussalem, negara ini telah melakukan kerjasama pembelian pengolahan limba dengan Israel.

Surat kabar Israel Yedioth Ahronoth, Kamis (28/12/2017) melaporkan bahwa Komite Tender di Kementerian Luar Negeri Israel menyetujui pembelian pabrik pengolahan limbah dengan biaya $ 72.000 tanpa tender.

Komite tender Kementerian tersebut mengatakan bahwa “Nauru adalah negara pulau merdeka terkecil yang berkaitan dengan populasi dan wilayahnya. Negara tersebut memiliki hubungan persahabatan yang erat dengan Israel. Presiden Nauru mengajukan banding ke perdana menteri, meminta untuk menerima bantuan berupa instalasi pengolahan limbah, yang sesuai dengan kebutuhan unik pulau ini. “Instalasi pengolahan limbah akan berfungsi sebagai sekolah di pulau ini.

“Biaya kesepakatan mencakup semua biaya tambahan, termasuk biaya penerbangan, akomodasi dan biaya hidup untuk tim yang memasang sistem, serta biaya pengiriman,” tambah perjanjian tersebut.

Nauru adalah satu dari sembilan negara yang menentang resolusi PBB yang mengecam pengakuan AS atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Sebanyak 128 negara memilih resolusi sementara 35 abstain.

Channel 2 Israel melaporkan pada hari Rabu bahwa Netanyahu berencana untuk memulai pemberian dana sebesar $ 50 juta kepada 50 negara berkembang untuk” mendorong mereka “untuk memilih Israel di PBB,” kata situs berita tersebut.

Dikutip dari Wikipedia, Secara resmi Republik Nauru (Nauruan: Repubrikin Naoero) dan sebelumnya dikenal sebagai Pulau Pleasant, adalah sebuah negara kepulauan di Mikronesia di Pasifik Tengah. Tetangga terdekatnya adalah Pulau Banaba di Kiribati, 300 kilometer (186 mil) ke timur. Selanjutnya terletak di barat laut Tuvalu, sebelah utara Kepulauan Solomon, timur laut timur laut Papua New Guinea, sebelah tenggara Negara Federasi Mikronesiadan selatan Kepulauan Marshall. Dengan 10.084 penduduk di daerah seluas 21 kilometer persegi (8.1 sq mi), Nauru adalah negara terkecil di Pasifik Selatan dan negara bagian ketiga terkecil menurut wilayah di dunia, hanya di belakang Vatican City dan Monaco.

Negara ini punya tambang Poshpat yang luas, namun pada 2011 tambang ini habis dan sekarang negara Nauru dijadikan negara tempat pencucian uang ilegal. Negara Nauru kerap kali mendapatkan bantuan dari Australia sehingga banyak negara mengklaim Nauru sebagai negara klien Australia.

 

Luas Nauru yang hanya 21 km2 membuatnya menjadi negara terkecil ketiga di dunia, di belakang Vatikan dan Monaco. Sekaligus menasbihkan negara ini sebagai negara republik terkecil di dunia. Bahkan Bukittinggi (25, 24 km2) sebagai kota keempat terkecil di Indonesia masih lebih luas dibandingkan negara ini.

Di Nauru tidak akan didapati kota-kota seperti di negara besar. Penduduk tinggal dalam pemukiman kecil, yang secara administratif disebut distrik.

Lalu, bagaimana dengan ibukotanya? Tidak ada. Namun kantor pemerintahan yang didirikan di Distrik Yaren membuat distrik ini bisa dianggap sebagai ibukota. Selain Yaren, terdapat 13 distrik lain. Di distrik-distrik itulah penduduk bermukim. (tik)

 

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Close