Berita DaerahBisnisTuban

Ini Alasan Pertamini Sulit Ditertibkan

Jatim.co Tuban – Terbakarnya Pertamini milik Suli (60) warga Desa Suciharjo, Kecamatan Parengan hari Senin (06/03/2017) kemarin, membuat Wakil Bupati Tuban, Jawa Timur, Noor Nahar Hussein langsung mencari landasan hukum penertibannya. Usaha yang mulai marak awal 2016 tersebut, dinilai sangat membahayakan lingkungan.

 

“Sampai saat ini kami belum koordinasi bersama Pertamina terkait landasan hukumnya,” ujar Noor Nahar Hussein, kepada Jatim.co, Rabu (08/03/2017).

 

Diharapkan dalam waktu dekat bisa menemui Pertamina, untuk menindaklanjuti insiden kebakaran tersebut. Disinggung rencana penertiban, Noor Nahar masih belum menginstruksikan anak buahnya melakukan pendataan.

 

“Belum ada jumlah maupun titik dimana beroperasinya Pertamini,” imbuhnya.

 

Melihat tidak safety-nya peralatan Pertamini, Wabup meminta masing-masing instansi untuk mengecek ke lapangan. Jangan sampai usaha yang memudahkan masyarakat mendapatkan BBM, justru mendatangkan musibah.

 

Secara pribadi Noor Nahar sangat menyanyangkan insiden di Parengan tersebut. Sebagai bentuk perhatian atas musibah, pasca kebakaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) langsung menyerahkan Sembako.

 

Sejak maraknya Pertamini di wilayah Kabupaten Tuban, Field Manager Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, Agus Amperianto, telah meminta Pemerintah Daerah (Pemda) Tuban, maupun aparat keamanan untuk segera menertibkan usaha yang diduga ilegal tersebut.

 

Disamping belum ada cantolan hukumnya, usaha Pertamini juga tidak dilengkapi alat pemadam kebakaran. Lebih dari itu, rata-rata pendiriannya dekat dengan pemukiman, dan alat ukurnya tidak berasal dari Pertamina.

 

“Beberapa kekurangan itu jelas sangat membahayakan lingkungan,” tandasnya. (Rochim/k1)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close