Berita DaerahGresik

Habis Geledah Kanwil Kemenag Jatim Akankah KPK Hari ini Meluncur Ke Gresik

Suap Ketua PPP

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), bergerak cepat untuk mengusut kasus dugaan jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama yang melibatkan oknum politisi dan pegawai negeri sipil.

Tim Penyidik KPK melakukan penggeledahan di Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur, Selasa (19/3/2019).

Febri Diansyah Juru Bicara KPK mengatakan, upaya mencari barang bukti tambahan itu dimulai tadi siang, dan masih berlangsung sampai petang hari.

“Untuk sementara, Tim Komisi Antirasuah sudah mengamankan sejumlah dokumen terkait seleksi dan pengisian jabatan di Kementerian Agama Jawa Timur,” ujarnya di Kantor KPK, Jakarta Selatan.

Dalam kasus ini, Senin (18/3/2019), KPK menggeledah tiga lokasi di Jakarta, yaitu Kantor Kementerian Agama, Kantor DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan rumah tinggal Romahurmuziy bekas Ketua Umum PPP.

Dari penggeledahan itu, Penyidik KPK menyita sejumlah uang dalam bentuk mata uang Rupiah dan Dollar AS, serta dokumen yang diduga ada kaitannya dengan jual beli jabatan.

Sementara itu hingga Selasa dini hari (19/3/2019) informasi yang beredar di lingkungan wartawan di Gresik menyatakan penyidik KPK juga akan menggeledah kantor Kemenag Gresik, beberapa wartawan bergerombol didepan pagar kantor yang bersebelahan dengan masjid di Jl Jaksa Agung Suprapto, namun hingga Rabo (20/3/2019) pagi pukul 5.30 Wib tanda-tanda kemunculan penyidik KPK ke kantor Kemenag Gresik tidak tampak.

“kayaknya agak siang ini” ujar Hanif wartawan media online.

Seperti diketahui, Sabtu (16/3/2019), KPK menetapkan Romahurmuziy yang akrab disapa Rommy sebagai tersangka penerima suap, untuk mempengaruhi hasil seleksi jabatan tinggi di Kementerian Agama.

Selain Rommy, KPK juga menetapkan Muhammad Muafaq Wirahadi Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik, dan Haris Hasanuddin Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur sebagai tersangka pemberi suap.

Dikutip dari Tribunnews, Staf Bagian Humas Kantor Kemenag Gresik Mokhammad Ikbal menceritakan profil dua pejabat tersebut saat menjabat.

“Sebelumnya, Pak Haris sempat menjadi kepala di sini selama beberapa tahun, saat itu Pak Muafaq menjabat sebagai Kasi PendMa (pendidikan madrasah). Pak Haris menjabat sebagai kepala di sini mungkin sekitar empat tahunan lebih,” tutur Ikbal, Senin (18/3/2019).

“Pak Haris pindah ke Surabaya, tidak lama kemudian setelah itu disusul Pak Muafaq,” lanjut dia.

Pada sekitar 2016, Haris kemudian pindah ke Surabaya dan ia sempat menjabat sebagai Kepala Kantor Kemenag Surabaya.

Tidak lama kemudian, kepindahannya diikuti oleh Muafaq. Haris sendiri baru bekerja di Kanwil Kemenag Jatim pada September 2018.

“Kalau yang saya tahu, Pak Haris jadi kepala di Kankemenag Surabaya, sementara kalau Pak Muafaq menjabat sebagai Binmas Islam,” tutur Ikbal.

Pada saat Haris pindah menjabat ke Kanwil Kemenag Jatim, Muafaq kembali ke Gresik.

Muafaq, lantas menjabat sebagai Kepala Kankemenag Gresik yang dilantik sekitar Februari 2019.

“Setahu saya, saat Pak Haris pindah ke Kanwil, Pak Muafaq balik lagi ke Gresik. Saat itu kan Pak Haris Plt dahulu sebelum dilantik resmi menjadi Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur. Sementara Pak Muafaq, baru sekitar satu bulan lebih seingat saya jadi kepala di sini,” kata dia.

(hik)

 

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close