Gugatan Warga Terkait JLS Ditolak

Jatim.co Tuban – Pengadilan Negeri (PN) Tuban tolak gugatan 10 warga Desa Kembangbilo Kecamatan Tuban terkait  tidak kesesuain harga ganti rugi tanahnya yang digunakan untuk Jalur Lingkar Selatan (JLS) atau Ring Road oleh Pemerintah Kabupaten Tuban.

 

Hal ini disampaikan oleh Humas PN Tuban, Donovan Akbar Kusumo Buwono ketika selasai Persidangan tersebut. bahwa bukti yang dihadirkan dalam persidangan itu tidak kuat dan hanya menghadirkan surat atas hak seperti buku C desa dan sertifikat hak milik tanah.

 

Sedangkan untuk harga tanah seperti yang diinginkan oleh warga memang diatas harga kewajaran seperti yang sampaikan oleh saksi bahwa dirinya belum pernah menjual hingga hingga 1 Juta per Meter sehingga Pengadilan Negeri menolak gugatan dari warga Desa Kembangbilo.

 

“Karena buktinya tidak kuat sehingga Majelis Hakim tolak gugatannya”, ujar Donovan kepada Jatim.co, Senin (07/11/2016)

 

Ia melanjutkan tim ahli yang melakukan survei lapangan dari 6 orang yang ditanya harga tanahnya yang berada di sekitar Tanah terkena JLS di nilai objek tenyata hasil rata-ratanya senilai 400 Ribu per Meter dan saat dibandingkan dengan bukti termohon ternyata sama.

 

Bila putusan dari Pengadilan Negeri Tuban tidak diterima oleh Pemohon maka bisa melakukan Kasasi ke Mahkamah Agung untuk menilai apakah putusan Pengadilan Negeri Tuban benar atau tidak.

 

“Kami persilakan bila warga ingin melakukan kasasi atas keputusan PN Tuban”, lanjutnya.

 

Sementara itu Kuasa Hukum 10 Warga Desa Kembangbilo Kecamatan Tuban, Kholiq Ali mengatakan klien kami kecewa atas putusan ini dan akan mengambil jalur Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebab prosedur ganti ruginya dinilai keluar jalur, yakni Apreisser menilai harga ganti rugi pada 19-27 Mei 2016 dan hasilnya disampaikan ke Dinas Pekerjaan Umum pada 30 Mei 2016, padahal keputusan Gubenur tentang pemetaan JLS dan penilaian harga baru dikeluarkan pada 12 Juli 2016.

 

“Kami kecewa dengan putusan PN Tuban,Karena tidak sesuai maka kami ambil PTUN”, terang Kholiq. (Rochim/k1)