Berita DaerahTuban

GP. Ansor Tuban Kerjasama STITMA Tuban, Gelar Bedah Buku Syaikh Yusuf Al – Maqossari “Mutiara Nusantara Di Afrika Selatan

Jatim.co Tuban – Tak kurang dari 300 peserta yang terdiri atas Mahasiswa dan PAC GP Ansor Tuban mengikuti Bedah Buku Syaikh Yusuf Al – Maqossari “Mutiara Nusantara di Afrika Selatan,yang diselenggarakan PC. GP Ansor Tuban bekerjasa dengan Lembaga Press Mahasiswa (LPM) Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Makhdum Ibrahim (STITMA) Tuban, Selasa (18/04/2017).

Bedah buku yang diselenggarakan di Auditorium STITMA Tuban ini semakin menarik karena selain dihadiri penulisnya langsung, yaitu Amirul Ulum yang juga Penulis Buku Kartini Nyantri ini juga dihadiri Praktisi Akademisi, Jamal Ghofir yang juga Penulis buku

Ketua STITMA Tuban, Ainul Yaqin M.Pd.I mengatakan, bedah buku ini merupakan ikhtiar untuk membumikan gagasa besar Islam Nusantara di kalangan warga nahdliyyin dan mengetahui peranan b Ulama kita yang terkenal di luar Negeri.

‘’Ini merupakan upaya salah satu ikhtiar untuk melakukan penguatan Islam Nusantara, dan mengenal perana Ulama’ kita” katanya.

Selain itu,banyak Ulama’ -ulama Nusantara yg terkenal dibelahan Dunia sebagaimana Syaikh Yusuf Al-‘Maqassari, Seorang ulama yg di buang oleh kompeni di Afrika Selatan, sedangkan kita sebagai anak negeri tidak memahami peranan Ulama kita sendiri.

“Semagat perjuangan terus membara walau didaerah pembuangan, dan itu harus kita warisi” lanjutnya.

Selain itu, Wakil Ketua PC GP. Ansor Tuban, Ghufron mengatakan, dengan kita mengawali bedah buku, kita akan menyiapkan kader tangguh untuk NU kedepan, dan patut kita kembangkan Islam ala Nusantara sehingga jangan sampai kehapus oleh zaman dan banyak membaca supaya nantinya akan tahu bagaimana Peran dari Ulama dan lain sebagainya.

“semoga menjadi mutu bergerak, maka sangat penting kita sering membaca, dari kita membaca dan nantinya kita akan bisa menulis” Tegas Ghufron

Sementara itu, salah satu peserta dan juga Alumni STITMA, Wawan mengungkapkan sebagai sebagai Kader-kader NU kita mempelajari bagaiman Islam ala Nusantara yang mengedapankan nilai moderatnya.

“Ini adalah sebagai citra pendewasaan kader-kader Nu, bahwa islam Nusantara adalah islam yang toleran”Sambungnya. (Rochim/Murod J3)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Close