Berita DaerahTuban

Bisnis Pembuat Dokumen Palsu Di Tuban Mengantarkan Hengky Ke Penjara

Jatim.co Tuban – Nasip Hengky Suyatmoko (50) Warga Gang Sedap Malam, Kelurahan Dorokmukti, Kecamatan Tuban, berakhir di balik jeruji Mapolres Tuban.

Hengky bagi sebagian pelanggannya, di kenal sangat lihai dalam membuat dokumen palsu. Seperti pembuatan KTP palsu, surat nikah, Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP), Akte Cerai, STNK, Ijazah dan sejumlah surat-surat penting lainnya.

Harga yang di patok Hengky bervariatif, dari harga mulai Rp. 50.000 sampai tembus Rp 300.000,-.  Dengan jangka waktu pembuatannya bisa di selesaikan selama 2 hari.

Namun kecerdasan Hengky  ini tak bertahan lama, dalam membuat surat-surat palsu itu. Hengky di tangkap Polisi setelah mendapatkan laporan adanya sindikat pemalsuan dokumen atau surat-surat yang di butuhkan konsumennya.

“Kami mendapatkan informasi dari masyarakat yang menyebutkan ada sindikat pemalsu dokumen penting”, ujar Kapolres Tuban, AKBP Fadly Samad, Jum’at (16/12/2016).

Pengakuan Hengky kepada polisi, setiap dalam pembuatan barang tersebut, tersangka ini menggunakan bahan kertas-kertas biasa yang dapat dibeli disetiap percetakan atau toko kertas.

Dengan bermodal kepandaian dalam mendisain gambar, pria yang pernah belajar ilmu di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta  tahun 1989 ini mampu menciptakan dokumen-dokumen palsu tersebut.

Setelah itu tinggal mencetak dengan menggunakan printer serta menstempel surat-surat itu sesuai dengan kebutuhan konsumennya.

Bahkan ternyata surat bikinan Hengky ini bisa di gunakan untuk mengajukan persyaratan kredit di koperasi maupun persyaratan untuk bank.

“Tersangka sudah melakukan pekerjaan ini hampir setahun dan banyak sekali yang meminta jasanya”, lanjutnya.

Dari tangan tersangka, Polisi berhasil mengamankan barang bukti 9 KTP, 1 segel BPN, 18 buku sertifikat tanah, 59 lembar KK, 18 Akte Kelahiran, 10 Sertifikat Pembinaan, 6 buah SIUP, 3 Akte Cerai, 9 Buku Nikah, 1 rem kertas kosong, 1 Monitor, 4 Printer, dan  1 Sablon.

“Tersangka terjerat Pasal 246 Ayat 1 KUHP sub Pasal 263 Ayat 1 KUHP dengan ancaman 8 tahun penjara” pungkas Kapolres Tuban. (Rochim/ji)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close